Headline
Tampilkan postingan dengan label Tsaqafah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tsaqafah. Tampilkan semua postingan

Jurus Sakti Melindungi Diri

Wah, wah.. apa pula ini? Kok ada jurus sakti jurus sakti-an? Syirik tuh!
Weitts... tenang sahabat, jurus sakti yang Crew akan kasih tau di sini beda, lho, sama syirik. Malah kalau sahabat menggunakan jurus sakti ini, insya Allah akan terlindung deh dari bahaya. Jurus sakti ini menggunakan sebuah benda kecil, yaitu...
jreng jreng! Al Matsurat :)

Siapa sih, anak rohis yang gak kenal al matsurat? Haduh, yang nggak kenal sama benda satu ini, nggak gaul deh. Cepet-cepet kenalan aja deh ya.. ^^

Sahabat, al matsurat tuh berisi kumpulan doa-doa yang dibaca Rosulullah setiap pagi dan petang. Doa-doa tsb ada yang diambil dari potongan ayat Al-quran, jadi bisa dipercaya. Wuih, canggih nggak tuh, kalau setiap memulai hari dan menutup hari dipastikan dapat perlindungan Allah? Makanya, setiap tutor BBQ kita pasti menekankan kita untuk baca al matsurat, kan, setiap hari? Ternyata ini dia manfaatnya: 

1.  Setan nggak akan masuk ke rumah
     Diriwayatkan dari Sya’bi dari Ibnu Mas’ud ra, “ siapa yang membaca 10 ayat dari surat al Baqarah di rumah, setan tidak masuk ke rumah tersebut malam itu hingga pagi hari, empat ayat yang pertama, ayat kursi, dan dua ayat setelahnya, dan penutupnya ( tiga ayat terakhir). (HR.Thabrani )

2.  Allah menyempurnakan nimatNya atas yang membaca
    Dari Ibnu Abbas ra. Berkata, Rasulullah saw bersabda, “siapa yang mengucapkan ketika pagi hari, ‘ Allahumma inni asbahtu minka fi ni’matin….’ tiga kali ketika pagi hari dan tiga kali ketika sore, Allah menyempurnakan nikmatnya atasnya.” (HR.Ibnu Saunni)

Dari Abdullah bin Ghannam al-bayadhi, sesungguhnya Rasulullah saw, bersabda,” Siapa yang membaca ketika pagi ‘ Allahumma maa ashbaha bii min ni’matin au bi ahadin min khalkika falakal hamdu walakasyukr’ sungguh telah menunaikan syukur hari itu, dan siapa yang membaca pada sore hari, sungguh telah menunaikan syukur malamnya.” ( HR.Abu Dawud)

Dari tsauban ra. Berkata rasulullah saw bersabda,” Siapa yang mengucapkan ketika sore hari ‘ radhitu billahi rabba wabil islami diina wabi muhammadin nabiyya…adalah hak atas Allah untuk menjadikan dia ridha.” ( HR.Turmudzi)

3.  Terlindung dari segala bahaya
     Dari Utsman bin Affan ra. Berkata, Rasulullah bersabda,”Tidak ada seorang hamba membaca pada pagi hari setiap hari dan pada sore hari setiap malam, “ Bismillaahi lladzi laa yadzurru m’asmihi syai’un……’ tiga kali maka tidak ada satupun yang membahayakannya.”(HR.Abu dawud dan Turmudzi).

4.  Menghilangkan kesusahan
     nah, ini nih, untuk yang sering banget merasa GALAU.. hehe.
     Dari Abi Sa’id al-Khudri berkata, beliau bersabda,”Katakanlah jika engkau masuk pagi dan di sore hari “ Allahumma inni a’udzubika minal hammi wal hazani, wa a’udzubika minal ‘ajzi wal kasali…..’ Ia berkata,” maka aku lakukan hal itu lantas Allah menghilangkan kesusahanku dan menunaikan utangnya.”(HR.Abu Dawud).

5.  Berpotensi menjadikan kita ahli surga #saatnya bilang wooow! :D
     Dari Nabi saw, “ penghulu istighfar adalah Allahumma anta rabbi…’barangsiapa membacanya di siang hari yakin dengannya, kemudian mati hari itu sebelum sore hari maka dia termasuk ahli surga, dan siapa yang membaca pada malam hari yakin dengannya lalu ia mati sebelum pagi hari, maka dia termasuk ahli surga,”(HR.Bukhari)

6.  Banyak bonus, lho! 
     Dari Abu Ayyasy, sesungguhnya Rasulullah saw, bersabda, ‘siapa yang mengucapkan ketika pagi hari ‘ laa ilaaha illallah….adalah baginya sebanding memerdekakan budak dari putra Isma’il, ditulis untuknya sepuluh kebaikan, dihapus sepuluh kesalahan, diangkat sepuluh derajat, dan dia dalam penjagaan dari setan hingga sore, dan jika ia baca ketika masuk sore maka baginya seperti itu pula.’(HR.Abu Dawud, Nasa’i, dan Ibnu Hibban). 

Nah, itulah beberapa manfaat kalau kita membaca al matsurat, Sahabat. Jadi, kalau mau melindungi diri jangan pake benda yang aneh-aneh, ya! Cukup baca al matsurat, insya Allah manjur deh, perlindungannya! :)

-Crew-

 

Pemuda Islam: jangan sampai ngasal!

Kalau kita berbicara mengenai karakter pemuda Islam saat ini, kita harus melihat dari berbagai sudut pandang. Nggak ketinggalan, yang akan kita bicarakan tuh pemuda Islam di Indonesia, Malaysia, Negara-negara Barat, ataukah Timur Tengah. Tapi baiklah, ayo kita lihat karakter pemuda Islam di negeri kita sendiri, Indonesia.

Indonesia, negara nasionalis yang disebut-sebut memiliki jumlah penganut agama Islam yang besar, nyatanya masih saja kita temui fenomena-fenomena ‘ganjil’ yang dilakukan oleh orang-orang yang terdaftar di KTP beragama Islam. Yang nggak kalah jadi sorotan adalah perilaku para pemudanya. Kalau kita melihat dari sudut pandang kemajuan teknologinya nih, weits..nggak boleh diremehin lagi tuh. Siapa sih yang nggak kenal dengan istilah Internet dan segala produknya? Mulai dari si mesin pencari pintar bernama google, jejaring sosial yang menawarkan banyak kenikmatan untuk berhubungan dengan orang-orang dari berbagai negara, dan game online. Kalau yang berbau reliji juga banyak sekali yang kita lihat, bahkan ada dari kita yang memanfaatkannya. Misalnya, Al-Qur’an digital, berbagai widget islami untuk komputer maupun situs kita, dll.

Tapi dari sudut pandang akidah nih, yang seperti dikatakan di atas, banyak “fenomena ganjil” terjadi pada para pemuda Islam di Indonesia. Memang tidak semua pemuda islam seperti itu. Insya Allah masih banyak pemuda Islam yang menjalankan Islam sesuai syariat. Tapi tidak sedikit juga yang Islamnya ngasal. Na’udzubillah... apa saja sih, fenomena ngasal yang terjadi pada pemuda Islam Indonesia saat ini?

•    Salah Kaprah Tentang Teknologi
Masyarakat Indonesia yang pernah menjadi jajahan Belanda selama berabad-abad lamanya ini, bisa dibilang “masih rawan”. Rawan dalam melihat “barang-barang” baru, rawan dalam berjalan di tengah arus modernisasi dan globalisasi, dan rawan dalam hal-hal lainnya. Bahkan banyak yang tidak tahu harus bagaimana menyikapi perubahan cepat yang terjadi, baik dari dalam maupun luar negeri. Seperti yang menjadi tradisi pemuda Indonesia, yang latah akan kemajuan teknologi. Lho, kok bisa? Iya, lihat saja banyaknya pengguna jejaring sosial di Indonesia. Tak terkecuali pengguna yang beragama Islam dan masih remaja. Jejaring sosial yang seharusnya bisa kita manfaatkan untuk berbagai hal-hal yang mencerdaskan, tapi banyak yang mengesampingkan. Jejaring sosial menjadi ajang untuk mencari pacar sekaligus berpacaran. Yup! Sebuah tindakan dengan level mendekati zina. Nah lo! Allah swt berfirman,

"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Q. S. Al Isra' : 32)

Yang lebih parah, jejaring sosial juga nggak luput digunakan sebagai ajang untuk ghibah, menggunjing, saling caci, mengeluh, marah-marah tidak jelas, dan perbuatan-perbuatan jauh dari kebaikan lainnya. Ngakunya Islam, kok masih tidak punya rasa malu untuk berbuat demikian? Ingat, kan, jejaring sosial itu diakses secara internasional. Bayangkan gimana jadinya kalau ada orang asing yang bukan beragama Islam melihat status-status tidak sopan kita? Bisa makin memperparah anggapan mereka tentang kejelekan Islam, kan?
Salah kaprahnya ada pada persepsi yang banyak diyakini oleh para remaja. Banyak pemuda Islam yang tidak mau ikut-ikutan gaya, bahkan ada yang tidak mempunyai akun jejaring sosial, dibilang gaptek. Ya, gagap teknologi. Begitu mudahnya budaya memvonis orang dilakukan di negeri ini. padahal kalau komputer atau gadget nge-hang sedikit, sudah kewalahan, pontang panting nyari bantuan. Itukah yang disebut remaja update teknologi? Apakah hanya orang-orang yang bisa bermain-main dalam jejaring sosial? Jawaban ada pada diri kita sendiri.

•    Salah kaprah dalam trend berbusana
Nah, kalau salah kaprah dalam kasus ini kebanyakan dialami oleh remaja muslimah. Demi keyakinan untuk terlihat lebih modis dan modern, banyak remaja muslimah jadi ikut-ikutan trend berbusana yang lagi naik daun saat ini. bahkan banyak buku-buku fashion diterbitkan dengan mengusung tema islami. Tapi, yang harus dikritisi adalah, tidak semua yang nge-trend dan modern itu syar’i dan benar untuk kita, kan? Contohnya, beberapa bulan lalu, kerudung model Paris sempat laris manis di pasaran. Pembelinya dari remaja sampai dewasa. Banyak remaja muslimah memakainya juga sewaktu sekolah. Tapi mirisnya, jilbab paris berbahan tipis dan ransparan itu tidak dilapis dengan kerudung lain pemakaiannya. Akbiatnya, sia-sia saja upaya menutup aurat. Sampai saat ini pun jilbab paris masih banyak digunakan, tapi lebih di modifikasi. Rambut yang seharusnya tidak kita tampakkan, malah sengaja diikat tinggi agar membentuk kerudung. Padahal, Allah swt berfirman,

“...perempuan-perempuan yang berpakaian tap telanjang, serong dan menyeerongkan, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak bisa masuk surga dan merasakan baunya..” (Hr. Ahmad dan Muslim)

•    Salah kaprah tentang berbagai paham yang berkembang
Salah satu paham yang paling polpuler di kalangan pemuda Islam adalah “paham Islam garis keras”. Paham garis keras yang biasanya disebut masyarakat sebagai akarnya terorisme, memang tidak bisa mentolerir perbedaan keyakinan maupun pemikiran. Memang tujuannya adalah mendakwahkan islam di muka bumi ini sekaligus berjihad, tapi apakah bisa kita mengorbakan nama Islam sebagai agama kekerasan, yang tidak bisa hidup aman berdampingan dengan warga lainnya yang non-Islam? Karena kita diciptakan disertai tugas untuk menjaga 2 hubungan, yaoitu hablumminallah (hubungan dengan Allah) dan hablumminannas (hubungan dengan manusia). Jadi selama non muslim tsb tidak memerangi kita, maka kita dilarang untuk memerangi mereka. Ayat Al-Quran tentang toleransi beragama pun sudah sering kita dengar, dalam surat Al-Kafirun ayat 6,

“Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku” (Qs. Al-kafirun:6)

Terlepas dari kesalahkaprahan pemuda Islam di atas, kita harus bersyukur karena saat ini banyak pula pemuda Islam lebih peduli pada agama ini. Buktinya, organisasi Rohis makin banyak peminatnya, forum-forum pemuda muslim pun makin digemari, dan banyak pemuda Islam mengukir prestasi yang mengharumkan nama Indonesia pada kompetisi akademik maupun non-akademik. Yang paling penting adalah refleksi pada diri sendiri, mencoba membangun karakter pemuda Islam yang akhirnya bisa patut diacungi jempol dalam karya-karyanya. Selamat membangun karakter! :)
 

Banyak Tertawa, Banyak Siksaan?

Sahabat, salah satu hal yang bisa membuat kita sehat adalah tertawa. Hal kecil tapi berarti #ciee. Manfaat tertawa antara lain, membuat kita lebih rileks, awet muda, dan berperan dalam perkembangan kognitif, kepribadian, dan emosi. 
Tapi, Islam mengajarkan umatnya untuk tidak terlalu banyak tertawa, lho! Ada apa sih dengan banak tertawa? Capcuss di simak, yak... :)

Diambil dari kitab Nasha-ihul 'ibad, ada 10 siksaan bagi orang yang banyak tertawa. 
Rosulullah saw bersabda, "Barangsiapa banyak tertawa, maka dia akan disiksa dengan 10 macam siksaan, yaitu:
1.  Hatinya mati
2.  Kehilangan wibawa
3.  Disenangi stan
4.  Tidak disukai Allah
5.  Akan menemui hisab yang berat (sulit) pada hari kiamat
6.  Nabi saw akan berpaling darinya pada hari kiamat
7.  Para malaikat mengutuknya
8.  Penghuni langit dan bumi membenci dirinya
9.  Dia akan lupa segalanya
10.Segala aibnya akan dibeberkan pada hari kiamat

Abu Idris Al-Khaulani meriwayatkan dar Abu Dzar Al-Ghifari, ia berkata bahwa Rosulullah saw bersabda, "Jauhilah olehmu banyak tertawa, sebab banyak tertawa itu dapat mematika hati dan menghilangkan wibawa."

Jadi ingat ya Sahabat, becanda itu boleh, tapi Islam megatur batasannya. Key... :)

-Crew-
 

Remaja Islam: Bukan Yang "Pintar"

sumber gambar: rokhim.net
Modernisasi makin merajai banyak aspek. Aspek ekonomi, sosial, politik, sampai agama tak luput dari kesan modernisasi. Tak perlu dijelaskan pengertiannya, kita sudah paham betul kok, apa efek dari pemodernan di tengah kita.


sumber gambar: asaarham.blogspot.com



Hidup ditengah dunia yang serba modern sebagai seorang muslim tentu perlu perjuangan tersendiri. Perjuangan melawan ghozwul fikri. Yup! Perang pemikiran memang jadi isu terpopuler di kalangan pemuda Islam saat ini. Meski banyak dari kita yang sudah tahu atau bahkan merasakan dampaknya, tapi tetap saja tidak semua yang tahu, mau mengaku. Mengakui bahwa kita tidak benar-benar merasa keberatan dengan perang seperti itu. Alasannya sederhana, karena tidak ada korban jiwa nampak. Kalau bisa diibaratkan, ghozwul fikri itu seperti aksi pencurian besi-besi penyangga jembatan layang. Tidak pernah ketahuan kapan dilakukannya dan apa dampaknya. Tahu-tahu sudah ambruk jembatannya.


Lagi-lagi, sasaran utama ghozwul fikri adalah kalangan yang paling rawan. Remaja. Dan lagi-lagi, media yang paling berpengaruh dalam aksi ini adalah media yang populer. Ya, teknologi. Internet dan kawan-kawan menjadi malaikat sekaligus momok bagi pemakainya, terutama kalangan muda Islam. Internet layaknya malaikat penolong yang bisa membantu kita menemukan apapun yang kita butuhkan. Tapi momok menakutkan karena bersamaan dengan kemudahannya, tujuan tersembunyi selalu mengiringi. Apalagi kalau tujuannya bukan mengacaukan pemikiran pemuda Islam. Penyedia jasa gratis seperti Yahoo beserta produk-produk unggulannya seringkali menjadi sarana tepat dalam misi ghozwul fikri. Bukan rahasia lagi kalau sebagian bahkan hampir seluruh merek-merek  produk yang berhubungan dengan internet dimotori oleh Yahudi.
Tapi tidak selamanya kita harus menjadi pemuda fanatisme. Menjadi seorang yang anti dengan segala yang berbau Yahudi. Tidak mau menggunakan Hp, laptop, komputer, dan internet. Lucu sekali jadinya kalau pemuda Islam, yang di Al-qurannya merupakan sumber ilmu pengetahuan modern, malah tidak tahu menahu tentang teknologi. Mati gaya banget! Justru dengan kemudahan yang mereka tawarkan, kita harus menerimanya untuk tujuan besar kita juga.


Pemuda Islam, kalau mau dikatakan update, pasti syartnya harus punya banyak pengetahuan, kan? Namanya saja sudah ‘pemuda Islam’, mau kita buang kemana wajah kita kalau pengetahuan dasar keislaman kita saja sudah buruk rupa. Tapi masalahnya ada pada kurangnya penerapan ilmu Islam. Banyak sekali sekolah-sekolah berdiri di atas konsep Islami. Mulai dari sekolah negeri, pondok tradisional, sampai pondok modern. Tapi apakah dengan memasuki pondok pesantren, akan menjamin kita menjadi orang ‘bekehidupan’ Islam? Sebaliknya, apakah dengan memasuki sekolah negeri, akan menjamin kita lebih ‘canggih’ menerapkan ilmu? Semuanya tergantung pada diri masing-masing.


Kurangnya kesadaran akan makna ilmu Islam telah membuat banyak pemuda sebatas menjadi si pintar. Menjadi si pengoleksi ilmu. Kata pintar, mungkin bagi anak-anak TK atau SD merupakan kata yang bagus. Tapi mari kita renungkan kata itu sekali lagi. Bukankah yang dibutuhkan oleh agama ini adalah sebuah kecerdasan dan bukan kepintaran? Kepintaran manusia bersifat teori, tapi kecerdasanlah yang mampu mengubah segalanya. Banyak pemuda-pemudi berlatarbelakang pendidikan pondok pesantren, hanya pintar membaca kitab kuning, mengatur suara dalam mengaji, tapi tidak cerdas menerapkannya. Contohnya, santriwan banyak merokok, layaknya kegiatan itu adalah sebuah tradisi pondok yang tak perlu dikritisi. Sedangkan santriwatinya masih menggunakan jilbab tipis, bahkan ada yang hanya memakai selendang yang menampakkan auratnya. Tidak jauh beda juga para siswa dari sekolah negeri. Hanya pintar berorasi, menghafalkan berbagai rumus, tapi tidak mampu menata diri sebagai seorang muslim. Tapi perlu ditegaskan, tidak semua pemuda Islam seperti itu. Bahkan jika kita merasa masih hanya menjadi pemuda pintar, tidak ada kata terlambat untuk belajar menjadi cerdas.


Pada akhirnya kembali lagi ke masalah modernisasi di era globalisasi ini. Salah satu cara memaksimalkan pengetahuan Islam kita adalah dengan berbagi. Ya, melalui media yang disediakan oleh oknum-oknum ghozwul fikri, kita malah bisa memanfaatkannya untuk ‘membagikan’ pengetahuan kita. Bukan hanya mendakwahkan Islam, lebih dari itu adalah kita bisa terus mencari, menambah wawasan kita seputar Islam melalui internet. Tidak ada salahnya kita terus berguru walau bukan pada seorang yang terdaftar sebagai guru. Karena pada dasarnya, setiap orang adalah guru yang bisa mengajarkan kita akan suatu hal. Dan karena berguru untuk menambah wawasan Islam merupakan modal utama berjalan di tengah arus globalisasi dan ghozwul fikri. 

-Crew-
 

SAATNYA MENJADI PEMIMPIN DIRI

Ibn umar r.a berkata : saya telah mendengar rasulullah saw bersabda : setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya... (Hr. Bukhori dan Muslim)
Hadits di atas memang cukup populer dan banyak menjadi rujukan pemuda Islam dalam menanamkan jiwa kepemimpinannya. Tapi banyak juga yang merasa masa bodo dengan anugerah berupa ‘bakat memimpin’ yang Allah titipkan pada setiap diri kita.



Memimpin, tak selamanya diidentikkan dengan memimpin sebuah organisasi. Lihatlah dari yang paling dasar, yaitu memimpin diri. Kecakapan dalam memimpin organisasi pastilah berawal dari kecakapan memimpin diri sendiri. Tinggal kita yang mengoptmalkan dan mengolah lebih lanjut, kemampuan memimipin diri sendiri itu menjadi kemampuan yang bisa memimpin dalam ruang lingkup yang lebih luas. Caranya?

Organisasi adalah sarana paling awal dan sederhana dalam membentuk jiwa kepemimpinan. Karena organisasi selalu menuntut kita untuk selalu berhubungan dengan orang lain. Organisasi juga merupakan wadah tempat kita melihat salah satu hikmah mengapa Allah swt menciptakan berbeda, antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Jika seorang bersifat lemah, maka yang lain harus bisa kuat. Jika seorang bersifat keras, maka yang lain harus bisa lembut. Begitupun seterusnya. Di sinilah peran kepemimpinan kita diuji. Banyak sekali masalah dan tantangan dalam berorganisasi. Mulai dari perbedaan pendapat, perbedaan perilaku, dll. Bagaimana kita layak disebut pemimpin, kalau mengendalikan diri untuk tetap teguh dalam sebuah organisasi saja sulit.

Memang, kadang kita dihadapkan pada suatu masalah yang mengharuskan kita untuk mundur dari sebuah organisasi. Mungkin karena organisasi itu sudah tidak bisa membuat kita lebih baik, atau organisasi itu sudah tidak memberikan makna berarti bagi diri kita. Istilahnya, ya, seakan-akan membuang waktu saja. Kasus seperti ini tidak lagi termasuk gagal dalam kepemimpinan. Justru kepemimpinanlah yang saat ini sedang beraksi. Bagaimana akhirnya kita bisa mengendalikan pikiran dan hati kita. Memilah-milih antara yang harus diprioritaskan atau yang harus disingkirkan. Kalau sekiranya sebuah organisasi tidak lagi memberikan ruang manfaat bagi diri kita, bukankah lebih baik ditinggalkan dan memfokuskan diri bagi organisasi lainnya? Karena setiap yang kita pegang pada akhirnya akan dimintai pertanggungjawabannya jua.

Dari sini kita mulai bisa melihat, bahwa yang terpenting dalam membangun jiwa kepemimpinan adalah tanggung jawab. Setiap orang, sebagai pemimpin mempunya banyak tanggung jawab besar.
“...Seorang kepala negara akan diminta pertanggungjawaban  perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang isteri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggungjawab dan tugasnya. Bahkan seorang pembantu/pekerja rumah tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dari hal yang dipimpinnya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungan jawab) darihal hal yang dipimpinnya”. (Hr. Bukhori dan Muslim)
Toh, kalaupun kita tidak sempat berkecimplung dalam organisasi, kita masih saja mempunya tanggung jawab dalam memimpin. Contohnya memimpin keluarga suatu saat nanti.

Kepemimpinan: Potensi dan Usaha

Tidak ada paksaan dalam bagaimana kita membentuk diri kita. Bahkan tidak ada paksaan dalam memilih agama. Ingat, kan, surat Al-kafirun ayat 6,
“Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku”
Yang ada adalah, kita diberi kesempatan untuk menilai mana yang baik dan buruk, dan memilih yang benar. Begitu juga dengan potensi. Antara yang terus memendamnya, atau menggali dan mengembangkannya. Jiwa kepemimpinan sesungguhnya telah berakar pada diri kita, bahkan jauh sebelum kita mengenal sebuah kata “pemimpin”. Lihat saja anak kecil yang bermain. Jarang ada yang mau menjadi pembantu. Semua ingin jadi majikan. Contoh lain, ketika dua orang anak kecil diberi sebuah kue. Masing-masing anak pasti ingin menjadi yang memotong kue itu. Dua contoh ini sudah cukup memberi kita bukti, bahwa setiap dari kita punya potensi memimpin.

Lalu, bagaimana cara meningkatkannya? Sebelum jauh berpikir, lebih baik kita benahi dulu semangat kepemimpinan dalam diri kita. Semangat untuk menjadi lebih baik, dan semangat untuk tidak pernah puas. Dengan membuat diri sendiri lebih baik, dengan sendirinya kita akan layak disebut pemimpin. Sementara itu, rasa tidak pernah puas dengan segala hasil karya kita membuat kita terus maju. Yang harus digarisbawahi adalah, tidak puas itu sama sekali berbeda dengan tidak bersyukur.

Islam butuh pemuda dengan semangat memimpin dan rasa tidak puas tinggi. Bagaimana jadinya seandainya pemimpin cepat puas? Agaknya cerita ini hanya akan berakhir seperti berakhirnya kisah perang uhud. Dimana ketika pasukan kafir terlihat kalah sedikit, pasukan pemanah langsung lengah dan mengambil rampasan perang. Seperti itulah orang-orang yang tidak bisa memimpin dirinya sendiri untuk tidak cepat puas dan lebih bersabar. Yang kita tahu adalah, pasukan Islam mengalami kekalahan karena secara tiba-tiba, pasukan kafir menyerang dari belakang.
Pengalaman yang terjadi di zaman Nabi ini telah cukup memberi gambaran kita akan bagaimana kita seharusnya menjadi pemimpin, bukan hanya bagi orang lain, tapi juga bagi diri sendiri. Selamat Memimpin! :)
 

Yahudi Palsukan Sejarah Indonesia

Mungkin anda tidak menyangka kalau sejarah Indonesia ternyata menjadi salah satu korban konspirasi Yahudi ? Tapi inilah kenyataannya, banyak fakta-fakta tentang Indonesia yang mereka (kolonial Belanda/VOC) gelapkan demi misi mereka mengkristenisasikan Indonesia. Tidak hanya lika-liku Islam di Indonesia, tetapi juga biodata tokoh pejuang yang mereka rahasiakan.
       Dalam kesempatan ini, saya ingin membeberkan kebenaran yang sebenarnya tentang Indonesia :

Versi palsu :

1. Islam masuk ke Nusantara baru pada abad ke-13 Masehi yang dibawa para pedagang dari Gujarat, India.

2.Snouck Hurgonje merupakan peneliti Islam Belanda yang masuk Islam dan belajar di Mekkah, serta mengubah namanya dengan Abdul Ghaffar.


3. Kerajaan pertama di Nusantara adalah kerajaan Hindu Tarumanegara yang berdiri pada abad ke-4 Masehi di Jawa Barat.


4. Kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara merupakan kerajaan-kerajaan kecil yang tidak mempunyai pengaruh.


5. Invasi penjajah Portugis, Spanyol dan Belanda tidak ada kaitannya dengan misi Salib. Penyebaran agama Kristen dilakukan dengan damai dan penuh cinta kasih.


6. Kerajaan Aceh Darussalam tidaklah besar dan kekuasaannya tidak mencapai atau tidak sampai seluas melebihi wilayah Asia tenggara.


7. Maluku dan Ambon merupakan wilayah kristen.


8. Fatahillah adalah orang pertama yang mengislamkan Jakarta.


9. Nama asli Pattimura adalah Thomas Matullesy, lahir di Saparua dan beragama Kristen.


10. Si Simangaraja XII merupakan Raja Batak yang beragam Palbegu, agama leluhur orang batak.



FAKTANYA :


1. Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-7 M, dibawa oleh para pedagang Arab, langsung dari Mekkah. Ada bukti yang sangat mendukung, salah satunya banyak temuan arkeolog yang menyebutkan di tahun 674 M telah berdiri satu kampung Islam di pesisir Barat Sumatera Utara yang bernama Barus. Bahkan salah satu raja Sriwijaya Budha yang bernama Sri Indrawarman yang masuk Islam.


2. Snouck Hurgonje tidak pernah masuk Islam. Dia hanya berpura-pura sebagai Muslim. Saat meninggal, ia dikubur dengan prosesi Kristen.


3. Kerajaan Nusantara pertama adalah kerajaan Salakanagara yang berdiri di pesisir Utara Jawa Barat pada abad ke-1 M.


4. Kerajaan Islam di Nusantara merupakan kerajaan-kerajaan besar, bahkan kekuasaanya lebih besar dari imperium kerajaan Hindu. Salah satunya adalah kerajaan Aceh Darussalam yang kekuasaannya hampir mencapai Turki. Kerajaan ini menyatukan diri dengan kerajaan Turki Utsmaniyah, buktinya bisa dilihat pada bendera Aceh tempo dulu yang tidak jauh dari bendera Turki Utsmaniyah.


5. Invasi penjajah Portugis, Spanyol dan Belanda tidak lepas dengan penyebaran misi salib. Dilakukan dengan jalan kekerasan, pembantaian, pemaksaan dll. Hal ini diakui oleh banyak sejarawan barat.


6. Kerjaan Aceh Darussalam sangat mendunia. Willfred Cantwell Smith dalam bukunya Islam in Modern History menyebutkan kalau Aceh merupakan 1 dari 5 kerajaan Islam yang merupakan tonggak Muslim saat itu.


7. Maluku merupakan wilayah Islam, daerah ini sudah di datangi pedagang Arab dua setengah abad lebih dulu dari katolik. Nama Maluku berasal dari bahasa Arab 'Al-Mulk' yang memiliki arti 'Tanah Para Raja.


8. Orang pertama yang mendakwahkan Islam di Jakarta adalah Syekh Quro, yang dibantu oleh ulama lain seperi Datuk Ibrahim.


9. Pattimura merupakan marga Muslim, dengan nama asli Ahmad Lussy, lahir di Bacan. Merupakan bangsawan dari kerajaan Islam Saluhau.


10. Si Simangaraja XII merupakan Islam tulen. Cap kerajaan dan benderanya sangat lengket dengan ornamen-ornamen Islam.


 

Puasa Senin Kamis

Dalil Puasa Senin Kamis

Seperti telah kita maklumi bahwa puasa Senin Kamis merupakan salah satu puasa sunat yang sangat dianjurkan pelaksanannya. Banyak hikmah yang terkandung di dalamnya, dan ini hanya bisa dirasakan oleh mereka yang selalu mendawamkannya.


Agar lebih yakin melaksanakan puasa ini, berikut Saya kemukakan beberapa hadits shohih yang menjadi dasar atau dalil melakukan puasa Senin Kamis.
عن ابي قتادة رضي الله عنه ان رسول الله صلى الله عليه وسلم سئل عن صوم يوم الاثنين ؟ فقال ذلك
يوم ولدت فيه ويوم بعثت او انزل علي فيه


Artinya :
Dari Abu Qotadah r.a, sesungguhnya Rosulululloh SAW ditanya tentang puasa Senin. Maka beliau menjawab : "Hari Senin adalah hari lahirku, hari aku mulai diutus atau hari mulai diturunkannya wahyu".
(HR Muslim)


وعن ابي هريرة رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال تعرض الاعمال يوم الاثنين
والخميس فاحب ان يعرض عملي وانا صائم


Artinya :
Dari Abi Hurairoh r.a, dari Rosulululloh SAW bersabda : "Seluruh amal disetor pada hari Senin dan Kamis, maka aku lebih menyukai saat setor amal tersebut dalam keadaan berpuasa"
(HR Turmuudzi)


وعن عائشة رضي الله عنها قالت كان رسول الله صلى الله عليه
وسلم يتحري صوم الاثنين والخميس


Artinya :
Dari 'Aisyah r.a berkata, Rosululloh selalu memilih puasa Senin dan Kamis
(HR Turmudzi)


Puasa hari senin dan kamis adalah termasuk amalan sunnah yang di lakukan Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam-. banyak keutamaan-keutamaan yang terdapat di dalamnya seperti puasa-puasa sunnah yang lainnya. khususnya senin adalah hari dimana Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- di lahirkan dan di turunkan wahyu kepadanya. dan juga bahwa hari senin dan kamis adalah hari dimana amalan seorang hamba di angkat.


- Tata Cara Puasa Senin Kamis


Banyak dari kita menyangka bahwa puasa senin dan kamis harus di lakukan pada dua-duanya. sehingga ketika telah berpuasa senin dan tertinggal pada hari kamisnya, berpikiran bahwa puasanya tidak sah.


Cara puasa senin kamis adalah seperti puasa sunnah pada umumnya. dan yang perlu di ketahui adalah bahwa hari senin adalah amalan tersendiri, dan hari kamis adalah amalan tersendiri. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :


تعرض الأعمال يوم الاثنين والخميس، فأحب أن يعرض عملي وأنا صائم

Artinya : "(pahala) Amalan di angkat pada hari senin dan kamis, maka aku menyukai jika ketika amalanku di angkat aku dalam keadaan berpuasa."
(HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)



Dan ketika di tanya tentang puasa senin dan kamis, Beliau juga bersabda khususnya pada hari senin :


ذاك يوم وُلدتُ فيه وأُنزلَ عليَّ فيه

Artinya : "Hari itu aku di lahirkan dan pada hari itu (pula) wahyu di turunkan kepadaku."
(HR Muslim)



Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- tidak mensyaratkan bahwa harus di lakukan pada senin dan kamis dan tidak boleh melewatkan salah satu hari tersebut. akan tetapi senin adalah amalan tersendiri dan kamis pun begitu, karena beliau mengatakan bahwa (pahala) amalan di angkat pada hari senin dan kamis.


- Niat Puasa Senin dan Kamis


Adapun niat adalah niat hendak puasa senin atau kamis. dan niat di lakukan sebelum fajar hari senin atau kamis. dan pada puasa sunnah di perbolehkan niat pada tengah-tengah hari. di riwayatkan dari 'Aisyah -radhiallahu 'anha- berkata :


كان رسولُ الله -صلى الله عليه وسلم- إِذا دخل عليَّ قال : هل عندكم طعام؟ فإذا قلنا : لا ، قال : إني صائم


Artinya : "Ketika Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- masuk kepadaku dan bertanya : apakah engkau memiliki makanan? aku berkata : tidak, beliau berkata : berarti aku puasa." (HR Abu Daud)


Adapun tempatnya niat adalah di dalam hati, dan tidak ada lafadz niat puasa senin kamis yang di riwayatkan dari Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam-. dan niat dalam ibadah pada umumnya adalah dalam hati.


- Keutamaan Puasa Senin Kamis


Banyak sekali keutamaan yang terdapat dalam puasa senin dan kamis. berikut adalah beberapa keumataan yang terdapat pada puasa senin kamis, dan puasa sunnah lainnya.


Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :


إن في الجنة بابًا يقال له: الريان، يدخل منه الصائمون يوم القيامة لا يدخل منه أحد غيرهم. يقال: أين الصائمون؟ فيقومون لا يدخل منه أحد غيرهم، فإذا دخلوا أغلق فلم يدخل منه أحد


Artinya : "Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang namanya "Ar-Rayyan," yang akan di masuki oleh orang-orang yang sering berpuasa kelak pada hari kiamat, tidak akan masuk dari pintu itu kecuali orang yang suka berpuasa. di katakan : manakah orang-orang yang suka berpuasa? maka mereka pun berdiri dan tidak masuk lewat pintu itu kecuali mereka, jika mereka telah masuk, maka pintu itu di tutup sehingga tidak seorang pun masuk melaluinya lagi." (HR Bukhori dan Muslim)


عن عائشة ـ رضي الله عنها ـ أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يتحرى صيام الاثنين والخميس


Artinya : "Dari 'Aisyah -radhiallahu 'anha- : bahwa Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- sering melakukan puasa senin dan kamis." (HR Ibnu Majah, At-Tirmidzi dan An-Nasai)


Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan puasa senin kamis secara khusus dan puasa-puasa sunnah lainnya secara umum.
 

7 Golongan yang Mendapatkan Perlindungan Allah


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

7 golongan yang akan mendapat perlindungan dari Allah yang pada hari itu tidak ada perlindungan kecuali hanya perlindungan Allah.

Yang pertama, imamun adil, pemimpin yang adil, hakim yang adil. Subhanallah, terdepan, yang pertama mendapat perlindungan Allah. Dan sungguh negeri Indonesia yang tercinta ini sangat merindukan pemimpin yang adil, hakim yang adil.

Yang kedua, pemuda yang aktif, gesit, dalam ibadah kepada Allah SWT.Aktivitasnya mendekatkan dirinya kepada Allah SWT.

Yang ketiga, manusia, hamba Allah, yang hatinya senang berada di dalam masjid. Dia betah di masjid. Shalat berjama'ah, ia senang, subuh-subuh ia menegakkan shalat berjamaah. Allahu Akbar, tentu ini hamba Allah yang benar-benar beriman kepada Allah.

Kemudian yang keempat, orang yang bersedakah yang tangan kanannya memberi tapi tangan kirinya tidak tahu. Subhanallah.. Apa ini? Orang yang ikhlash, tidak riya, tidak ujub.

Kemudian yang kelima, orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu karena Allah, berpisah karena Allah.

Yang keenam, sangat sulit ini, pemuda yang dirayu, digoda, oleh wanita cantik yang memiliki kekayaan, lalu ia berkata: "Aku takut kepada Allah". Keinginan maksiatnya ada, tapi rasa takutnya kepada Allah lebih hebat, sehingga ia tidak mau melakukan kemaksiatan. Kita sangat merindukan pemuda, yang memiliki kualitas keimanan yang luar biasa, sehingga ia mampu menahan dari berbagai macam godaan.

Kemudian yang ketujuh, yaitu pemuda, atau hamba Allah, atau orang yang dalam ingatannya kepada Allah, dalam ibadahnya, dalam doanya, dalam dzikirnya, ia menangis. Allahu Akbar, menangis.. Dua tetesan yang dibanggakan Allah di hari kiamat, pertama tetesan darah fii sabilillah, kedua tetesan air mata karena menangis, takut azab Allah, karena merasa bersalah atas segala dosa yang ia lakukan kepada Allah, karena ia sangat mencintai Allah.

Subhanallah.. Inilah golongan yang kelak mendapat pertolongan Allah di hari kiamat kelak. Subhanakallahumma wabihamdika asyhaduallaailaahailla anta astaghfiruka wa atubuilaik. 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ADS ROSSTAR - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger