Headline

Dari Sekbid Dakwah dan Minat Bakat

.::Kholilah Dzati Izzah

Assalamualaikum,
Tulisan ini saya dedikasikan untuk seluruh anggota Rosstar, khususnya teman-teman sesama pimpinan dan para kakak/mbak TKS.

Alhamdulillah, Allah ternyata masih sayang terhadap hambaNya yang banyak salah ini, sampe-sampe masih diberi kekuatan untuk menulis di blog ini, menulis apa yang ada di pikiran saya malam ini. Malam ini, malam dimana terakhir kali saya bisa disebut sebagai pimpinan Rosstar. Bukan masalah lengsernya “jabatan” saya dari kepengurusan rohis, tapi yang sangat-sangat membuat saya galau adalah karena pertanggungjawaban yang seperti apa yang bisa saya tunjukkan ketika saya dilengserkan.

Yang pertama kali ingin saya tulis adalah sebuah permohonan maaf yang sangat besar kepada teman-teman pimpinan, anggota rohis, dan...kakak-kakak, mbak-mbak TKS. Tidak perlu saya sebutkan berapa progja saya yang tidak berhasil saya laksanakan, saya yakin semua sudah bisa melihat sendiri bagaimana kurang baiknya kinerja saya sebagai sekretaris bidang DAMBA. Dimulai dari hal sederhana tapi rumit: akhlaq.

Maaf untuk kakak dan mbak TKS yang sudah berusaha membina saya sekuat tenaga untuk menjadi seorang akhwat yang lebih baik, tapi nyatanya saya masih saja bandel. Kurang tertib muttaba’ah, sering lupa menjaga sikap dan perkataan, ah, banyak lainnya. Maaf karena saya tidak bisa berkoordinasi secara baik dengan anggota DAMBA lainnya, sehingga mbak dan kakak harus menentukan pilihan sulit dari segelintir orang-orang yang tersisa di rohis ini untuk menjadi penerus saya. Sebenarnya pun, tidak layak bagi saya, menyebut adek-adek kelas itu sebagai penerus saya. Karena saya tidak ingin mereka seperti saya. Saya ingin mereka berbeda dari saya, menjadi lebih baik dan menjadikan yang kurang baik menjadi baik. Karena itu, mereka lebih berhak disebut sebagai pengganti saya, bukan penerus saya.

Saya pernah mendengar perkataan seorang kakak TKS yang mengatakan bahwa kepengurusan rohis tahun ini dimasuki orang-orang baru yang tidak tahu menahu tentang rohis, sehingga TKS lah yang lebih banyak bekerja ketimbang rohisnya. Jujur ketika itu saya merasa sakit hati, karena saya adalah salah satu orang baru dalam organisasi ini. Saya tidak pernah terlibat dalam semua kegiatan rohis, bahkan menjadi anggota rohis pun baru kelas XI itu. Tiba-tiba saya disuguhi amanah menjadi seorang sekbid, dan semua orang mencoba mendukung saya. Saya marah dengan perkataan kakak TKS itu, karena dari awal saya sudah bilang bahwa saya tidak pantas menjadi bagian dari pimpinan rohis, saya yang tidak tahu apa-apa ini pasti hanya akan merepotkan. Tapi akhirnya saya sadar, apa salahnya orang baru menempati jabatan? Yang salah adalah betapa lambannya saya mengadaptasikan diri saya dalam barisan kepemimpinan rohis. Saya sadar, kesalahan ada pada diri saya. Bahwa berlarut-larut dalam memaklumi diri sendiri sebagai orang yang tidak tahu apa-apa adalah sebuah hal yang hanya membuang waktu dan pekerjaan sia-sia.

Tapi di sisi lain, saya sangat bersyukur diberi kesempatan mencicipi manisnya pangkat, pahitnya cemoohan, kerasnya tanggungjawab, lembutnya persaudaraan. Rohis adalah organisasi pertama bagi saya. Meskipun di kelas X saya sudah menjadi anggota OSIS, tapi baru di rohis lah saya merasakan dunia organisasi yang hiruk pikuk dengan masalah, tantangan, sensasi, usaha.. dan banyak hal menarik lainnya.

Terimakasih banyak atas dukungan teman-teman sesama pimpinan, anggota rohis, dan kakak serta mbak TKS. Ketua umum yang sabar dan tidak lelah mengingatkan saya untuk segera melaksanakan progja. Wakil ketua yang selalu mendukung langkah yang baik bagi bidang DAMBA, Sekretaris yang bagaikan malaikat tanpa sayap *ehm!, dengan ikhlas dan relanya membantu saya khususnya dalam hal penerbitan ARMY dan urusan cetak mencetak, dan bendahara sebagai sosok kuat yang membantu bidang ini dalam urusan finansial.

Untuk kabid DAMBA sebagai teman pendamping, terimakasih atas kesabarannya mengiringi dan membimbing saya untuk bersama-sama membangun bidang ini. Terimakasih telah bersabar menghadapi sikap saya yang sering berubah-ubah. Walaupun dalam banyak hal kita gagal, tapi ada juga yang bisa kita jadikan kenang-kenangan dari organisasi ini, Ren! :)
Untuk teman-teman sekbid lain, Aci, Ita, Evita, terimakasih atas dukungan dan kehangatan yang kalian berikan #ayo kita janjian warna baju! :D
Dan untuk sahabat-sahabat ARMY, sahabat-sahabat rohis, terimakasih banyak atas partisipasinya dalam banyak kegiatan rohis. Terimakasih karena telah membaca ARMY, menimpannya dan tidak membuangnya.

O iya, hal paling berkesan selama melaksanakan progja bidang ini adalah ketika saya mengerjakan buletin ARMY. Sebuah kesenangan tersendiri untuk bisa menulis, tentu saja dibantu oleh banyak sekali pihak. Terimakasih! Agak berat untuk melepaskan sebutan ARMY Crew , tapi –lagi lagi- saya berharap Crew selanjutnya adalah orang-orang pilihan yang menjadikan bidang DAMBA ini jauh lebih baik.

Perjuangan saya berlum berakhir, perjuangan saya untuk lepas dari rasa dihantui sebagai orang baru di rohis. Meski saya tidak lagi menjadi bagian dari kepemimpinan rohis ini, saya tahu masih banyak tugas saya sebagai anggota rohis. Masih banyak hutang kontribusi terhadap rohis ini yang harus saya cicil sedikit demi sedikit.

Terimakasih dan maaf, dua kata yang sangat berarti bagi hidup saya itu saat ini saya dedikasikan kepada semua yang membaca, semua yang mendengar, dan semua yang melihat saya sebagai orang yang penuh alfa di rohis ini.
Keep spirit of rohis ^^

-HL-
 

Dari Sekbid Musola-Perpus

.::Evita Sari

assalamualaikum..
dari sekbid 'abal-abal' mushola perpus, Evita.

“Tak menjalankan amanah dan mengecewakan banyak orang” mungkin itu yang sudah ana lakukan selama beberapa bulan ini. Penyesalan tak dapat memperbaiki semuanya. Permintaan maaf memang seharusnya terucap,bahkan mungkin harus ratusan kali. Permohonan ampun pada ALLAH SWT. Harus beribu-ribu kali.
Ana hanyanyah makhluk ALLAH yang penuh kekhilafan, mengintrospeksi serta memperbaiki diri mungkin menjadi sedikit penawar rasa penyesalan.
-MAAF-
 

Dari Sekbid Kaderisasi

.:: Asri Hajar Dewanti

Pertama, Aci mau berterimakasih atas segala bantuan dan dukungan teman--teman seperjuangan dan kakak-kakak TKS hingga program-program kader bisa terlaksana. Kedua, Aci mau minta maaf buat semua pihak, terkhusus buat kabid kader, terus buat para pemimpin, buat presidium, dan buat kakak-kakak TKS Aci minta maaf banget, soalnya.. nggak bisa dipungkiri, bahwa selama setahun ke belakang, Aci nggak bener-bener memberikan kontribusi buat rohis. Maaf juga karena Aci sempet nggak mentingin rohis.

Tapi walaupun begitu, Aci selalu berusaha buat terus aktif di rohis sampai kapanpun. Maaf juga atas sikap Aci yang petakilan, nggak bisa diem, ceplas ceplos, moody, dan suka bercanda kalau lagi rapat. Inilah Aci dengan segala kekurangannya...
 

Dari Bendahara Umum

.::Dwi Arifah Wahyu Aryani

"Bukannya masa kerjaku gak berasa, tapi kok dirasa-rasain ternyata lumayan cepet juga ya??
#dubraaakk
terimakasih buat yang sudah memberikan kepercayaan ini pada saya, dan sejak saya manginjakkan kaki menjadi anggota rohis, saya sudah merasakan perubahan yang positive.

maaf :

aku minta maaf kalo kerjaanku gak semaksimal yang kalian harapkan, tapi aku sudah bekerja keras di posisiku selama ini, walau terkesan cukup lambat dalam bergerak.
dan aku juga mohon maaf sebesar2nya atas sikapku selama ini yang tidak berkenan di hati kalian.

pesannya semoga makin maju aja, rohisnya semakin asik n keep fighting aja dah!! ^^"
 

Dari Wakil Ketua Umum

.:: Anita Khoiri Rohmah 

Assalamualaikum,
buat seluruh Crew ADS Rosstar dan TKS, Anita minta maaf kalau selama ini belum bisa menjalankan amanah dengan baik. Belum bisa mencntohkan yang baik buat temen-temen semua terutama adik-adik Rosstar. Dan terimakasih buat Crew ADS Rosstar yang sudah membantu dengan tenaga, pikiran, dan materi buat Rosstar. Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah swt. sebagai amalan yang baik. aamiin.

Maaf jik ada beberapa progja yang belum terlaksana, mudah-mudahan generasi berikutnya bisa lebih baik dari kepengurusan kami.
Maaf, hanya itu yang bisa Anita goreskan di blog ini, jazakillah buat semuanya..
 

Dari Ketua Umum

.:: Agus Dwi F

Bissmillah,
"seblumnya saya meminta maaf, kepada semua pihak, jika ada perkataan dan perbuatan dari pribadi ini yang kurang berkenan, saya ucapkan terimaksih kepada semua pihak yang telah membantu dan mau untuk mengembang dan memjukan rohis sman 1 natar,untuk Bapak Suwarlan yg sudah menyediakan fasilitas, Ibu Yunidawati selaku pembina yang sudah membimbing kami dari awal sampai akhir kepengurusan.. juga kakak TKS yang tak hentinya mendukung kami demi kemajuan rohis, Anita selaku wakil yang tak hentinya memberikan semangat,Mandala selaku sekum yang selalu menhibur dan siap dengan tugasnya, bendum yang selalu tetap tabah dan kuat dengan tekanan..
Dan pimpinan .Sudirman, Rendra, Riszki, Sugeng, selaku kabid dan Suhayat, Izzah, Evita, dan Asri selaku sekbid yang sudah bekerja keras dengan ikhlas untuk kemajuan rohis ini,.
Dan semua pihak yang terlibat dalam menumbuh kembangkan untuk kemajuan rohis sman 1 natar..

Syukron..
smile
 

Jurus Sakti Melindungi Diri

Wah, wah.. apa pula ini? Kok ada jurus sakti jurus sakti-an? Syirik tuh!
Weitts... tenang sahabat, jurus sakti yang Crew akan kasih tau di sini beda, lho, sama syirik. Malah kalau sahabat menggunakan jurus sakti ini, insya Allah akan terlindung deh dari bahaya. Jurus sakti ini menggunakan sebuah benda kecil, yaitu...
jreng jreng! Al Matsurat :)

Siapa sih, anak rohis yang gak kenal al matsurat? Haduh, yang nggak kenal sama benda satu ini, nggak gaul deh. Cepet-cepet kenalan aja deh ya.. ^^

Sahabat, al matsurat tuh berisi kumpulan doa-doa yang dibaca Rosulullah setiap pagi dan petang. Doa-doa tsb ada yang diambil dari potongan ayat Al-quran, jadi bisa dipercaya. Wuih, canggih nggak tuh, kalau setiap memulai hari dan menutup hari dipastikan dapat perlindungan Allah? Makanya, setiap tutor BBQ kita pasti menekankan kita untuk baca al matsurat, kan, setiap hari? Ternyata ini dia manfaatnya: 

1.  Setan nggak akan masuk ke rumah
     Diriwayatkan dari Sya’bi dari Ibnu Mas’ud ra, “ siapa yang membaca 10 ayat dari surat al Baqarah di rumah, setan tidak masuk ke rumah tersebut malam itu hingga pagi hari, empat ayat yang pertama, ayat kursi, dan dua ayat setelahnya, dan penutupnya ( tiga ayat terakhir). (HR.Thabrani )

2.  Allah menyempurnakan nimatNya atas yang membaca
    Dari Ibnu Abbas ra. Berkata, Rasulullah saw bersabda, “siapa yang mengucapkan ketika pagi hari, ‘ Allahumma inni asbahtu minka fi ni’matin….’ tiga kali ketika pagi hari dan tiga kali ketika sore, Allah menyempurnakan nikmatnya atasnya.” (HR.Ibnu Saunni)

Dari Abdullah bin Ghannam al-bayadhi, sesungguhnya Rasulullah saw, bersabda,” Siapa yang membaca ketika pagi ‘ Allahumma maa ashbaha bii min ni’matin au bi ahadin min khalkika falakal hamdu walakasyukr’ sungguh telah menunaikan syukur hari itu, dan siapa yang membaca pada sore hari, sungguh telah menunaikan syukur malamnya.” ( HR.Abu Dawud)

Dari tsauban ra. Berkata rasulullah saw bersabda,” Siapa yang mengucapkan ketika sore hari ‘ radhitu billahi rabba wabil islami diina wabi muhammadin nabiyya…adalah hak atas Allah untuk menjadikan dia ridha.” ( HR.Turmudzi)

3.  Terlindung dari segala bahaya
     Dari Utsman bin Affan ra. Berkata, Rasulullah bersabda,”Tidak ada seorang hamba membaca pada pagi hari setiap hari dan pada sore hari setiap malam, “ Bismillaahi lladzi laa yadzurru m’asmihi syai’un……’ tiga kali maka tidak ada satupun yang membahayakannya.”(HR.Abu dawud dan Turmudzi).

4.  Menghilangkan kesusahan
     nah, ini nih, untuk yang sering banget merasa GALAU.. hehe.
     Dari Abi Sa’id al-Khudri berkata, beliau bersabda,”Katakanlah jika engkau masuk pagi dan di sore hari “ Allahumma inni a’udzubika minal hammi wal hazani, wa a’udzubika minal ‘ajzi wal kasali…..’ Ia berkata,” maka aku lakukan hal itu lantas Allah menghilangkan kesusahanku dan menunaikan utangnya.”(HR.Abu Dawud).

5.  Berpotensi menjadikan kita ahli surga #saatnya bilang wooow! :D
     Dari Nabi saw, “ penghulu istighfar adalah Allahumma anta rabbi…’barangsiapa membacanya di siang hari yakin dengannya, kemudian mati hari itu sebelum sore hari maka dia termasuk ahli surga, dan siapa yang membaca pada malam hari yakin dengannya lalu ia mati sebelum pagi hari, maka dia termasuk ahli surga,”(HR.Bukhari)

6.  Banyak bonus, lho! 
     Dari Abu Ayyasy, sesungguhnya Rasulullah saw, bersabda, ‘siapa yang mengucapkan ketika pagi hari ‘ laa ilaaha illallah….adalah baginya sebanding memerdekakan budak dari putra Isma’il, ditulis untuknya sepuluh kebaikan, dihapus sepuluh kesalahan, diangkat sepuluh derajat, dan dia dalam penjagaan dari setan hingga sore, dan jika ia baca ketika masuk sore maka baginya seperti itu pula.’(HR.Abu Dawud, Nasa’i, dan Ibnu Hibban). 

Nah, itulah beberapa manfaat kalau kita membaca al matsurat, Sahabat. Jadi, kalau mau melindungi diri jangan pake benda yang aneh-aneh, ya! Cukup baca al matsurat, insya Allah manjur deh, perlindungannya! :)

-Crew-

 

Pemuda Islam: jangan sampai ngasal!

Kalau kita berbicara mengenai karakter pemuda Islam saat ini, kita harus melihat dari berbagai sudut pandang. Nggak ketinggalan, yang akan kita bicarakan tuh pemuda Islam di Indonesia, Malaysia, Negara-negara Barat, ataukah Timur Tengah. Tapi baiklah, ayo kita lihat karakter pemuda Islam di negeri kita sendiri, Indonesia.

Indonesia, negara nasionalis yang disebut-sebut memiliki jumlah penganut agama Islam yang besar, nyatanya masih saja kita temui fenomena-fenomena ‘ganjil’ yang dilakukan oleh orang-orang yang terdaftar di KTP beragama Islam. Yang nggak kalah jadi sorotan adalah perilaku para pemudanya. Kalau kita melihat dari sudut pandang kemajuan teknologinya nih, weits..nggak boleh diremehin lagi tuh. Siapa sih yang nggak kenal dengan istilah Internet dan segala produknya? Mulai dari si mesin pencari pintar bernama google, jejaring sosial yang menawarkan banyak kenikmatan untuk berhubungan dengan orang-orang dari berbagai negara, dan game online. Kalau yang berbau reliji juga banyak sekali yang kita lihat, bahkan ada dari kita yang memanfaatkannya. Misalnya, Al-Qur’an digital, berbagai widget islami untuk komputer maupun situs kita, dll.

Tapi dari sudut pandang akidah nih, yang seperti dikatakan di atas, banyak “fenomena ganjil” terjadi pada para pemuda Islam di Indonesia. Memang tidak semua pemuda islam seperti itu. Insya Allah masih banyak pemuda Islam yang menjalankan Islam sesuai syariat. Tapi tidak sedikit juga yang Islamnya ngasal. Na’udzubillah... apa saja sih, fenomena ngasal yang terjadi pada pemuda Islam Indonesia saat ini?

•    Salah Kaprah Tentang Teknologi
Masyarakat Indonesia yang pernah menjadi jajahan Belanda selama berabad-abad lamanya ini, bisa dibilang “masih rawan”. Rawan dalam melihat “barang-barang” baru, rawan dalam berjalan di tengah arus modernisasi dan globalisasi, dan rawan dalam hal-hal lainnya. Bahkan banyak yang tidak tahu harus bagaimana menyikapi perubahan cepat yang terjadi, baik dari dalam maupun luar negeri. Seperti yang menjadi tradisi pemuda Indonesia, yang latah akan kemajuan teknologi. Lho, kok bisa? Iya, lihat saja banyaknya pengguna jejaring sosial di Indonesia. Tak terkecuali pengguna yang beragama Islam dan masih remaja. Jejaring sosial yang seharusnya bisa kita manfaatkan untuk berbagai hal-hal yang mencerdaskan, tapi banyak yang mengesampingkan. Jejaring sosial menjadi ajang untuk mencari pacar sekaligus berpacaran. Yup! Sebuah tindakan dengan level mendekati zina. Nah lo! Allah swt berfirman,

"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Q. S. Al Isra' : 32)

Yang lebih parah, jejaring sosial juga nggak luput digunakan sebagai ajang untuk ghibah, menggunjing, saling caci, mengeluh, marah-marah tidak jelas, dan perbuatan-perbuatan jauh dari kebaikan lainnya. Ngakunya Islam, kok masih tidak punya rasa malu untuk berbuat demikian? Ingat, kan, jejaring sosial itu diakses secara internasional. Bayangkan gimana jadinya kalau ada orang asing yang bukan beragama Islam melihat status-status tidak sopan kita? Bisa makin memperparah anggapan mereka tentang kejelekan Islam, kan?
Salah kaprahnya ada pada persepsi yang banyak diyakini oleh para remaja. Banyak pemuda Islam yang tidak mau ikut-ikutan gaya, bahkan ada yang tidak mempunyai akun jejaring sosial, dibilang gaptek. Ya, gagap teknologi. Begitu mudahnya budaya memvonis orang dilakukan di negeri ini. padahal kalau komputer atau gadget nge-hang sedikit, sudah kewalahan, pontang panting nyari bantuan. Itukah yang disebut remaja update teknologi? Apakah hanya orang-orang yang bisa bermain-main dalam jejaring sosial? Jawaban ada pada diri kita sendiri.

•    Salah kaprah dalam trend berbusana
Nah, kalau salah kaprah dalam kasus ini kebanyakan dialami oleh remaja muslimah. Demi keyakinan untuk terlihat lebih modis dan modern, banyak remaja muslimah jadi ikut-ikutan trend berbusana yang lagi naik daun saat ini. bahkan banyak buku-buku fashion diterbitkan dengan mengusung tema islami. Tapi, yang harus dikritisi adalah, tidak semua yang nge-trend dan modern itu syar’i dan benar untuk kita, kan? Contohnya, beberapa bulan lalu, kerudung model Paris sempat laris manis di pasaran. Pembelinya dari remaja sampai dewasa. Banyak remaja muslimah memakainya juga sewaktu sekolah. Tapi mirisnya, jilbab paris berbahan tipis dan ransparan itu tidak dilapis dengan kerudung lain pemakaiannya. Akbiatnya, sia-sia saja upaya menutup aurat. Sampai saat ini pun jilbab paris masih banyak digunakan, tapi lebih di modifikasi. Rambut yang seharusnya tidak kita tampakkan, malah sengaja diikat tinggi agar membentuk kerudung. Padahal, Allah swt berfirman,

“...perempuan-perempuan yang berpakaian tap telanjang, serong dan menyeerongkan, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak bisa masuk surga dan merasakan baunya..” (Hr. Ahmad dan Muslim)

•    Salah kaprah tentang berbagai paham yang berkembang
Salah satu paham yang paling polpuler di kalangan pemuda Islam adalah “paham Islam garis keras”. Paham garis keras yang biasanya disebut masyarakat sebagai akarnya terorisme, memang tidak bisa mentolerir perbedaan keyakinan maupun pemikiran. Memang tujuannya adalah mendakwahkan islam di muka bumi ini sekaligus berjihad, tapi apakah bisa kita mengorbakan nama Islam sebagai agama kekerasan, yang tidak bisa hidup aman berdampingan dengan warga lainnya yang non-Islam? Karena kita diciptakan disertai tugas untuk menjaga 2 hubungan, yaoitu hablumminallah (hubungan dengan Allah) dan hablumminannas (hubungan dengan manusia). Jadi selama non muslim tsb tidak memerangi kita, maka kita dilarang untuk memerangi mereka. Ayat Al-Quran tentang toleransi beragama pun sudah sering kita dengar, dalam surat Al-Kafirun ayat 6,

“Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku” (Qs. Al-kafirun:6)

Terlepas dari kesalahkaprahan pemuda Islam di atas, kita harus bersyukur karena saat ini banyak pula pemuda Islam lebih peduli pada agama ini. Buktinya, organisasi Rohis makin banyak peminatnya, forum-forum pemuda muslim pun makin digemari, dan banyak pemuda Islam mengukir prestasi yang mengharumkan nama Indonesia pada kompetisi akademik maupun non-akademik. Yang paling penting adalah refleksi pada diri sendiri, mencoba membangun karakter pemuda Islam yang akhirnya bisa patut diacungi jempol dalam karya-karyanya. Selamat membangun karakter! :)
 

Banyak Tertawa, Banyak Siksaan?

Sahabat, salah satu hal yang bisa membuat kita sehat adalah tertawa. Hal kecil tapi berarti #ciee. Manfaat tertawa antara lain, membuat kita lebih rileks, awet muda, dan berperan dalam perkembangan kognitif, kepribadian, dan emosi. 
Tapi, Islam mengajarkan umatnya untuk tidak terlalu banyak tertawa, lho! Ada apa sih dengan banak tertawa? Capcuss di simak, yak... :)

Diambil dari kitab Nasha-ihul 'ibad, ada 10 siksaan bagi orang yang banyak tertawa. 
Rosulullah saw bersabda, "Barangsiapa banyak tertawa, maka dia akan disiksa dengan 10 macam siksaan, yaitu:
1.  Hatinya mati
2.  Kehilangan wibawa
3.  Disenangi stan
4.  Tidak disukai Allah
5.  Akan menemui hisab yang berat (sulit) pada hari kiamat
6.  Nabi saw akan berpaling darinya pada hari kiamat
7.  Para malaikat mengutuknya
8.  Penghuni langit dan bumi membenci dirinya
9.  Dia akan lupa segalanya
10.Segala aibnya akan dibeberkan pada hari kiamat

Abu Idris Al-Khaulani meriwayatkan dar Abu Dzar Al-Ghifari, ia berkata bahwa Rosulullah saw bersabda, "Jauhilah olehmu banyak tertawa, sebab banyak tertawa itu dapat mematika hati dan menghilangkan wibawa."

Jadi ingat ya Sahabat, becanda itu boleh, tapi Islam megatur batasannya. Key... :)

-Crew-
 

BAKAT: saat layaknya mencari soulmate yang terlelap

Sering kita langsung menolak kesempatan ketika misalnya ditawari untuk mengikuti sebuah kompetisi atau perlombaan. Alasannya simpel saja, “aku nggak puya bakat,”. Istilah tidak punya bakat saat ini makin populer saja terdengar dikalangan pemuda, tak terkecuali pemuda Islam. Memang tidak setiap orang mempunyai bakat yang sama, tapi tidak ada istilah untuk tidak punya bakat.

Pada dasarnya, manusia diciptakan dengan berbagai potensi diri melekat padanya. Ada yang berpotensi menjadi desainer, progammer, ada juga yang berbakat jadi seorang bisnisman. Tapi belum sempat potensi itu dimanfaatkan, kebanyakan pemuda sudah menguburnya dengan berbagai vonis dari diri sendiri. Vonis tidak punya bakat! Padahal, anggapan diri sendiri itu adalah faktor utama terhambatnya kreativitas. Inilah yang dinamakan sugesti. Sudah nggak asing lagi kan, dengan istilah sugesti? Dan lihatlah, bagaimana sugesti begitu hebatnya bisa mempengaruhi kita. Seperti sering lihat pada acara-acara reality show di TV. Misalnya, ada orang yang terang-terangan mengatakan aibnya sendiri, mau melakukan ini-itu, tentu, setelah ia mendapatkan sebuah sugesti (hipnotis) terlebih dahulu.

Begitu juga proses pen’sugestian’ terjadi pada diri kita. Walau tidak kasat mata dan jelas-jelas tidak ada wujud pastinya, tapi otak bawah sadar kitalah yang bekerja. Mencerna apa makna dari yang kita pikirkan. Sekali kita mengatakan tidak bisa, maka selamanya otak kita akan menyimpan informasi bahwa kita tidak bisa. Sedikit banyak, itu akan berpengaruh pada kinerja kita, kan?
Sebenarnya, apa sih yang menghambat kita untuk terus memendam potensi dan bakat kita? Ada beberapa sebab mengapa kita terkesan “tidak punya bakat”, diantaranya:

1.    Malas
Ini nih yang sering jadi dedengkot atas menurunnya daya dan semangat produktivitas kita. Orang yang paling pintar sekalipun bisa menjadi gagal kalau ia memelihara sifat malas. Malas disini bisa bercabang menjadi berbagai bentuk kemalasan. Tapi yang paling bebahaya adalah malas untuk menemukan dan mengembangkan bakat itu sendiri. Bagaimana kita mau dibilang berbakat, kalau kita sendiri saja tidak mau mencari tahu apa bakat kita. Bahkan jika mungkin sudah mengetahui apa bakatnya, seringkali rasa malaslah yang membuat bakat kita tidak berkembang.
Seringkali kita bergumam, jika melihat pemuda Indonesia bisa mengalahkan pemuda-pemuda dari manca negara dalam olimpiade internasional. Hal yang digumamkan tentu saja, “sebenarnya orang Indonesia ini pintar-pintar, ya!”. cukup puaskah kita dengan sebuah kata ‘sebenarnya’? tapi memang begitulah yang terjadi di negara kita ini. para pemudanya sebenarnya punya bekal untuk menjadi yang sukses. Punya bakat untuk ‘menghidupkan’ Indonesia di kancah internasional. Tapi, malas banyak yang dijadikan tindakan kesayangan. Yang paling mencolok adalah penyakit ‘malas membaca’ oleh sebagian besar orang Indonesia. Pemberantasan buta huruf yang dilakukan pemerintah beberapa tahun lalu memang berhasil, tapi sepertinya penumbuhan semangat membacanya yang belum kelihatan. Lho, apa hubungannya dengan bakat? Jelas, misalkan sebenarnya kita punya bakat dalam merakit robot, tapi apa bisa bakat itu kita kembangkan tanpa satu pun buku referensi yang kita baca? Bisa sih, bisa, tapi pasti hasilnya lebih maksimal dengan kita membaca.

2.    Lamban
Orang yang lamban memang tetap punya suatu bakat. Tapi kebanyakan orang pasti beranggapan, “mana mungkin orang seperti itu punya bakat?”. Wah, sakit banget nggak tuh dibilang sperti itu? Menjadi seorang muslim berarti juga dituntut menjadi seorang yang cepat. Bukankah Allah swt berfirman,
“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (QS Alam Nasyroh: 7)

3.    Tidak mempercayakan sepenuhnya urusan pada Allah
Yup! Orang yang “terkesan nggak berbakat”, pasti seperti disebutkan di atas, karena dirinya sendiri pun tidak punya keyakinan bahwa dia bisa. Dan itu tuh nggak jauh dari perasaan tidak mempercayakan sepenuhnya segala urusan pada Allah. Bukankah kalau kita lebih sabar untuk terus berusaha mengasah bakat kita, pasti Allah membantu kita, kan? Ada istilahnya, ‘meminta surga saja bisa, apalagi hanya minta yang begituan,’. Kunci dari semuanya hanyalah bertawakkal. “Faidza Azzamta, fatawakkal alallah”.

Itu hanya sebagian kecil saja dari faktor penghambat kita menjadi orang yang berbakat. Lha, kalau sudah terlanjur begitu, gimana?
1.    Pergunakan setiap kesempatan yang kiranya bisa membantu mengembangkan bakat kita. Jangan pernah tunda-tunda kesempatan itu. Sering, kan, dengar kalimat, “kesempatan itu hanya datang sekali”?

2.    Jangan menyerah. Mungkin kalimat tsb pasaran banget, ya? tapi ada masanya juga kita harus renungkan kata-kata itu.

3.    Serahkan segala urusan pada Allah. Bagaimanapun kita berusaha mengembangkan bakat kita, kalau tidak diimbangi dengan tawakkal, apa gunanya?

Kalau sampai saat ini kita masih saja merasa nggak punya bakat, satu-satunya cara adalah terus mencari. Mencari potensi apa yang kira-kira sedang tertidur pulas dalam diri kita. Jadikan langkah mencari potensi itu layaknya kita sedang mencari belahan jiwa sendiri. Kan lagi ngetrend tuh, di kalangan pemuda, “sedang mencari soulmate sejati”? Kalau sensasinya sudah seperti itu, apa sih tidak enaknya lagi? Seorang pemuda, yang darinyalah lahir berbagai ide, perlu pupuk yang bisa terus menyokong perkembangan bakatnya. Pupuk itu adalah niat dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungannya. Mulai detik ini, ayo cari dan genggam bakat kita, layaknya sepasang soulmate yang bahagia.:)
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ADS ROSSTAR - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger