Headline
Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan
SINETRON: Pilih Boikot Atau Yang Ngotot?
Yang bikin fantasi, yang makin digandrungi. Yang menjual banyak sensasi, yang banyak dibeli. Kenyataannya memang seperti itu hukum alam di Indonesia. Mungkin tidak sepenuhnya salah jika negara ini dikatakan negara yang ‘demen sensasi’.Mendengar kata sensasi, hal pertama yang paling sering orang pikirkan pertama kali tentu “artis”. Artis, industri hiburan, akhirnya terpikir juga istilah perfilman. Mungkin film Indonesia masih ada yang bisa diluluskan uji kelayakan untuk ditonton. Tapi bagaimana dengan sinetronnya? Tampaknya sinetron Indonesia layaknya primadona hiburan bagi rakyat yang jenuh di tengah ruwetnya isi pemberitaan yang tidak pernah absen diisi kasus korupsi. Okelah, banyak mahasiswa yang lebih memilih menonton siaran televisi yang mengajak penontonnya berpikir cerdas dan kritis. Tapi bandingkan, lebih banyakkah jumlah mahasiswa daripada “rakyat biasa” di negeri ini? Lantas apa tempat pelarian para “rakyat biasa” itu setelah lelah mencari upah seharian? Tak bisa dielak, sinetronlah tempat pikiran dan mata dilarikan untuk menghibur diri.
Seakan tak pernah mempermasalahkan cerita yang monoton, penggemar sinetron makin bejibun, ratingnya jadi naik gunung, aktor dan aktrisnya makin eksis, produknya laris manis. Parahnya, sinetron Indonesia tampaknya sudah terbiasa mencekoki para penontonnya dengan cerita-cerita ganjil nan menggurui. Tokoh utama berbudi baik yang kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia disebut sebagai tokoh protagonis, selalu menjadi bulan-bulanan tokoh antagonis. Si protagonis pun tidak pernah bisa melawan, bahkan jika keadaan memaksa si antagonis untuk kalah, si baik akan menutupi kesalahan tokoh antagonis dan berpura-pura tidak pernah disakiti agar menciptakan figur sebagai orang yang benar-benar berhati mulia. Aneh, mau menjadi orang baik saja kok banyak sekali siksaannya. Dan, apakah orang yang baik itu adalah orang yang ‘melindungi’ yang jahat? Kesannya jadi seperti KKN ya? Dampak terparah dari sinetron sebenarnya ada pada anak-anak yang juga asik saja diajak menonton sinetron oleh orangtuanya. Bukan hal baru lagi kalau ada anak yang jika ditanyakan, ingin menjadi tokoh baik atau jahat, malah menjawab tidak ingin menjadi yang baik. Mengapa? Ternyata, menurut mereka, tokoh baik selalu disiksa!
Sinetron berkedok Islam malah lebih parah. Apalagi sinetron anaknya: yang punya kekuatan ini lah, itu lah, yang bisa mengubah sesuatu, bahkan ada ceritanya anak yang punya layaknya mukjizat sehingga banyak orang meminta pertolongan padanya. Bukankah yang seperti ini yang paling berbahaya bagi akidah kita? Secara tidak sadar, anak-anak menyimpan pesan bahwa ada kekuatan lain yang bisa diandalkan selain kekuatan Allah swt. Bahwa mereka bisa mengendalikan bahkan menolak ‘bala’. Tidak berlebihan jika kita memandang sinetron sebagai sesuatu yang mulai harus kita boikot. Pemboikotan dalam artian sebenarnya memang tidak bisa kita lakukan. Pemboikotan yang mungkin adalah tindakan tidak menonton sinetron dan tidak memilih channel berisi sinetron selama sinetron itu ditayangkan.
Pemboikotan kecil ini mungkin tidak berpengaruh apa-apa pada pihak entertaiment, apalagi pemboikotan ini hanya dilakukan oleh sepersekian dari sebagian kecil masyarakat yang peduli. Tapi insya Allah besar pengaruhnya bagi terjaganya akidah dan pikiran kita dari tontonan tidak cerdas dan membodohi. Memang tidak semua sinetron Indonesia seburuk itu, tapi kebanyakan produsernya tetap saja ngotot ingin memproduksi cerita yang skenarionya didramatisir. Sekali lagi, Indonesia memang negara ‘demen sensasi’ sekaligus yang ‘latah informasi’.
-HL-
MENULIS, Antara Bakat dan Tekad
Menulis. Siapa yang tidak bisa memegang pena kemudian menorehkan tintanya di selembar kertas? Tapi kata ‘menulis’, yang dilihat dari sudut pandang sebagai suatu kegiatan personal –dalam artian bukan menulis pelajaran atau tugas sekolah- seringkali membuat orang yang tidak tertarik mendengarnya saja sudah pesimis duluan. Ada juga orang yang mengaku ingin ‘bisa menulis’, tapi disuruh menulis diary saja sudah merengek. Sebenarnya apa yang salah dengan sebuah kegiatan bernama ‘menulis’?
Menulis, baik itu menulis artikel, opini, cerita, puisi, apapun lah, bagi sebagian orang masih di cap sebagai kegiatan yang memerlukan bakat. Memang tidak sepenuhnya salah, tapi bakat ada pada nomor ke sekian sebagai faktor penentu dalam keberhasilan menulis. Jadi, salahnya di mana? Yup! Tentu saja kesalahan ada pada persepsi masing-masing orang yang menilai bahwa menulis hanya bisa di lakukan ketika kita diberikan cukup anugerah oleh Tuhan untuk berkarya. Selebihnya, “I have no talent, and I give up”. Begitu mendarah dagingnya tradisi ‘terima nasib’ akibat penjajahan bangsa Eropa di negeri ini selama berabad-abad lamanya. Baiklah, ayo kita kembali ke masalah menulis.
Menulis, baik itu menulis artikel, opini, cerita, puisi, apapun lah, bagi sebagian orang masih di cap sebagai kegiatan yang memerlukan bakat. Memang tidak sepenuhnya salah, tapi bakat ada pada nomor ke sekian sebagai faktor penentu dalam keberhasilan menulis. Jadi, salahnya di mana? Yup! Tentu saja kesalahan ada pada persepsi masing-masing orang yang menilai bahwa menulis hanya bisa di lakukan ketika kita diberikan cukup anugerah oleh Tuhan untuk berkarya. Selebihnya, “I have no talent, and I give up”. Begitu mendarah dagingnya tradisi ‘terima nasib’ akibat penjajahan bangsa Eropa di negeri ini selama berabad-abad lamanya. Baiklah, ayo kita kembali ke masalah menulis.
Allah swt pasti membagi rata masing-masing hambaNya sebentuk talenta. Jika A mendapat kelebihan dalam hal ini, maka ia pasti mempunyai kekurangan dalam hal lainnya. Begitupun dengan B, C, dan seterusnya. Namun kadang, kita tidak mau sedikit lebih bersabar seperti Thomas Alva Edison yang setia mencoba sampai lebih dari 1000 kali demi menghidupkan sebuah bola lampu. Akibatnya, potensi yang seharusnya bisa ditemukan manakala kita menggali lebih dalam tidak pernah bisa menjadi berarti. Menulis juga merupakan potensi yang diam-diam pasti melekat pada setiap individu. Kalau kita tidak memaksakan menjebol penutupnya untuk kita bawa ke luar, potensi itu akan selamanya terkubur bahkan makin tertutup hari demi hari oleh berbagai sampah yang menumpuk.
Bukankah hampir setiap orang, apalagi yang masih berstatus pelajar, bisa menggunakan pena? Memiliki buku? Setidaknya selembar kertas bekas alas gorengan? Memahami abjad? Kalau begitu menulislah! Jangan pikirkan terlalu rumit, seperti apa yang selanjutnya, bagaimana gaya bahasanya, dan pikiran-pikiran pembawa kekhawatiran lainnya. Semakin banyak yang kita pikirkan sebelum menulis, semakin lama waktu diulur. Lama-lama malah tidak jadi menulis. Jangan pikirkan bagaimana kita bisa menulis layaknya Kang Abik (Habiburrahman El-Shirazy), atau Andrea Hirata, atau penulis terkenal lainnya. Tapi berpikirlah bahwa kita adalah kita. Kita tidak perlu menjadi mereka setiap kali kita ingin menulis. Tulislah apa yang sedang terlintas saat itu juga.
Tidak bisa dielakkan lagi, bahwa menulis sudah menjadi suatu kebutuhan bagi hidup kita. Mau bukti? Lihat saja berbagai jejaring sosial yang lagi naik daun saat ini. Setiap detik selalu bermunculan tulisan-tulisan baru, walau hanya sekedar tulisan ringan dan sangat singkat. Itu sudah membuktikan bahwa apa yang kita rasakan saat itu adalah apa yang ingin kita tuliskan. Memang tujuannya bermacam-macam, mulai dari iseng sampai yang tujuannya ingin pamer. Tapi titiknya adalah potensi menulis itu sendiri. Bangsa Indonesia yang istilahnya masih rawan oleh segala yang baru ini perlu sebuah budaya untuk menjaga agar jangan sampai terlalu kebablasan di tengah pengaruh yang serba bebas. Salah satunya ya menulis. Menulis untuk selalu mengingatkan siapa diri sendiri, apa yang sudah dan akan dilakukan, dan menulis untuk akhirnya menjadi sejarah. Sebuah catatan yang bisa menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya ketika mereka membaca tulisan kita. Jadi, alasan apa lagi yang masih menahan kita untuk tidak menulis? :)
-HL-
Planet Baru Kembaran Bumi
Astronom mendeteksi adanya planet bebatuan yang orbitnya berdekatan dengan bintang. Kemungkinan besar kehidupan ditemukan di tempat itu.
Penemuan yang dipimpin oleh tim UC Santa Cruz ini memprediksi adanya kemungkinan planet serupa di Galaksi Bima Sakti. Walaupun dianggap menyerupai bumi, planet ini ukurannya 4,5 kali lebih besar sehingga disebut ''Super-earth''.
Berjarak 22 tahun cahaya dari bumi, waktu orbitnya adalah 28 hari dan terletak pada zona yang dianggap tepat untuk dihuni mahluk hidup. Suhu di sekitarnya tak terlalu dingin atau panas, juga terdapat pasokan air. Astronom menjulukinya sebagai ''Zona Goldilock''.
Planet yang baru ditemukan ini dikategorikan sebagai planet tiga bintang, termasuk dua bintang yang mengorbit satu sama lain. Salah satunya memiliki permukaan seperti Jupiter yang kaya akan gas dan satu planet lain, orbitnya berkeliling selama 75 hari.
Anggota senior tim UC Santa Cruz, Steven Vogt mengatakan kemungkinan masih banyaknya planet lain. “Penemuan planet ini adalah penanda akan adanya banyak penemuan planet baru,” katanya.
Vogt kini sedang mengerjakan proyek pengerjaan teleskop baru bernama ''Automated Planet Finder''. Alat ini mampu mendeteksi teleskop secara otomatis di Observatorium Mount Hamilton di dekat San Jose.
Penemuan ini dipimpin oleh Paul Butler dan Guillem Anglada-Escude dari The Carnegie Institution for Science di Washington DC dan para anggotanya terdiri dari astronom asal Jerman, Inggris, Australia dan Chili.
Mengenai penemuannya, Anglada-Escude menyatakan bahwa planet itu memiliki pasokan air yang sangat baik. “Planet ini aalah kandidat planet terbaik dengan jumlah air yang mencukupi,” katanya.
Temuan tim tersebut akan dipublikasikan di Astrophysical Journal, sebuah jurnal khusus berisi temuan ''exoplanet''. Menurut Extrasolar Planet Encyclopaedia, keberadaan exoplanet telah terdeketeksi sejak 1995 dan jumlahnya mencapai 755 planet.
SAN FRANSISCO CHRONICLE | SATWIKA MOVEMENTI
Sumber : http://www.tempo.co
KAU INI BAGAIMANA ATAU AKU HARUS BAGAIMANA
…………………..KAU INI BAGAIMANA ATAU AKU HARUS BAGAIMANA………………….

Kau ini bagaimana?
Kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya
Kau suruh aku berfikir, aku berfikir kau tuduh aku kafir
Aku harus bagaimana?
Kau bilang bergeraklah, aku bergerak kau curigai
Kau bilang jangan banyak tingkah, aku diam kau waspadai
Kau ini bagaimana?
Kau suruh aku memegang prinsip, Aku memegang prinsip kau tuduh aku kaku
Kau suruh aku toleran, aku toleran kau bilang aku plin plan
Aku harus bagaimana?
Aku kau suruh maju, aku mau maju kau selimpung kakiku
Kau suruh aku bekerja, aku bekerja kau ganggu aku
Kau ini bagaimana?
Kau suruh aku Taqwa, Khotbah keagamaanmu membuat aku sakit jiwa
Kau suruh aku mengikutimu, langkahmu tak jelas arahnya
Aku harus bagaimana?
Aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya
Aku kau suruh berdisiplin, kau mencontohkan yang lain
Kau ini bagaimana?
Kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara setiap saat
Kau bilang kau suka damai, kau ajak aku setiap hari bertikai
Aku harus bagaimana?
Kau suruh aku membangun, aku membangun kau merusakkannya
Aku kau suruh menabung, aku menabung kau menghabiskanya
Kau ini bagaimana?
Kau suruh aku menggarap sawah, sawahku kau tanami rumah-rumah
Kau bilang aku harus punya rumah, aku punya rumah kau meratakanya dengan tanah
Aku harus bagaimana?
Aku kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi
Aku kau suruh bertanggung jawab, kau sendiri terus berucap wallahu ‘alam bissawab
Kau ini bagaimana?
Kau suruh aku jujur, aku jujur kau tipu aku
Kau suruh aku sabar, aku sabar kau injak tengkukku
Aku harus bagaimana?
Aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, sudah kupilih kau bertindak sendiri semaumu
Kau bilang kau selalu memikirkanku, aku sapa saja kau merasa terganggu
Kau ini bagaimana?
Kau bilang bicaralah, aku bicara kau bilang aku ceriwis
Kau bilang jangan banyak bicara, aku bungkam kau tuduh aku apatis
Aku harus bagaimana?
Kau bilang kritiklah, aku kritik kau marah
Kau bilang carikan alternatifnya, aku kasih alternanif kau bilang jangan mendikte saja
Kau ini bagaimana?
Aku bilang terserah kau, kau tidak mau
Aku bilang terserah kita, kau tak suka
Aku bilang terserah aku, kau memakiku
Kau ini bagaimana?
Atau aku harus bagaimana?
1987
KH. A. Mustofa Bisri (Gus Mus)
Banyak Tertawa, Banyak Siksaan?
Sahabat, salah satu hal yang bisa membuat kita sehat adalah tertawa. Hal kecil tapi berarti #ciee. Manfaat tertawa antara lain, membuat kita lebih rileks, awet muda, dan berperan dalam perkembangan kognitif, kepribadian, dan emosi.
Tapi, Islam mengajarkan umatnya untuk tidak terlalu banyak tertawa, lho! Ada apa sih dengan banak tertawa? Capcuss di simak, yak... :)
Diambil dari kitab Nasha-ihul 'ibad, ada 10 siksaan bagi orang yang banyak tertawa.
Rosulullah saw bersabda, "Barangsiapa banyak tertawa, maka dia akan disiksa dengan 10 macam siksaan, yaitu:
1. Hatinya mati
2. Kehilangan wibawa
3. Disenangi stan
4. Tidak disukai Allah
5. Akan menemui hisab yang berat (sulit) pada hari kiamat
6. Nabi saw akan berpaling darinya pada hari kiamat
7. Para malaikat mengutuknya
8. Penghuni langit dan bumi membenci dirinya
9. Dia akan lupa segalanya
10.Segala aibnya akan dibeberkan pada hari kiamat
Abu Idris Al-Khaulani meriwayatkan dar Abu Dzar Al-Ghifari, ia berkata bahwa Rosulullah saw bersabda, "Jauhilah olehmu banyak tertawa, sebab banyak tertawa itu dapat mematika hati dan menghilangkan wibawa."
Jadi ingat ya Sahabat, becanda itu boleh, tapi Islam megatur batasannya. Key... :)
-Crew-
SAATNYA MENJADI PEMIMPIN DIRI
Ibn umar r.a berkata : saya telah mendengar rasulullah saw bersabda : setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya... (Hr. Bukhori dan Muslim)Hadits di atas memang cukup populer dan banyak menjadi rujukan pemuda Islam dalam menanamkan jiwa kepemimpinannya. Tapi banyak juga yang merasa masa bodo dengan anugerah berupa ‘bakat memimpin’ yang Allah titipkan pada setiap diri kita.
Memimpin, tak selamanya diidentikkan dengan memimpin sebuah organisasi. Lihatlah dari yang paling dasar, yaitu memimpin diri. Kecakapan dalam memimpin organisasi pastilah berawal dari kecakapan memimpin diri sendiri. Tinggal kita yang mengoptmalkan dan mengolah lebih lanjut, kemampuan memimipin diri sendiri itu menjadi kemampuan yang bisa memimpin dalam ruang lingkup yang lebih luas. Caranya?
Organisasi adalah sarana paling awal dan sederhana dalam membentuk jiwa kepemimpinan. Karena organisasi selalu menuntut kita untuk selalu berhubungan dengan orang lain. Organisasi juga merupakan wadah tempat kita melihat salah satu hikmah mengapa Allah swt menciptakan berbeda, antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Jika seorang bersifat lemah, maka yang lain harus bisa kuat. Jika seorang bersifat keras, maka yang lain harus bisa lembut. Begitupun seterusnya. Di sinilah peran kepemimpinan kita diuji. Banyak sekali masalah dan tantangan dalam berorganisasi. Mulai dari perbedaan pendapat, perbedaan perilaku, dll. Bagaimana kita layak disebut pemimpin, kalau mengendalikan diri untuk tetap teguh dalam sebuah organisasi saja sulit.
Memang, kadang kita dihadapkan pada suatu masalah yang mengharuskan kita untuk mundur dari sebuah organisasi. Mungkin karena organisasi itu sudah tidak bisa membuat kita lebih baik, atau organisasi itu sudah tidak memberikan makna berarti bagi diri kita. Istilahnya, ya, seakan-akan membuang waktu saja. Kasus seperti ini tidak lagi termasuk gagal dalam kepemimpinan. Justru kepemimpinanlah yang saat ini sedang beraksi. Bagaimana akhirnya kita bisa mengendalikan pikiran dan hati kita. Memilah-milih antara yang harus diprioritaskan atau yang harus disingkirkan. Kalau sekiranya sebuah organisasi tidak lagi memberikan ruang manfaat bagi diri kita, bukankah lebih baik ditinggalkan dan memfokuskan diri bagi organisasi lainnya? Karena setiap yang kita pegang pada akhirnya akan dimintai pertanggungjawabannya jua.
Dari sini kita mulai bisa melihat, bahwa yang terpenting dalam membangun jiwa kepemimpinan adalah tanggung jawab. Setiap orang, sebagai pemimpin mempunya banyak tanggung jawab besar.
“...Seorang kepala negara akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang isteri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggungjawab dan tugasnya. Bahkan seorang pembantu/pekerja rumah tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dari hal yang dipimpinnya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungan jawab) darihal hal yang dipimpinnya”. (Hr. Bukhori dan Muslim)
Toh, kalaupun kita tidak sempat berkecimplung dalam organisasi, kita masih saja mempunya tanggung jawab dalam memimpin. Contohnya memimpin keluarga suatu saat nanti.
Kepemimpinan: Potensi dan Usaha

Tidak ada paksaan dalam bagaimana kita membentuk diri kita. Bahkan tidak ada paksaan dalam memilih agama. Ingat, kan, surat Al-kafirun ayat 6,
“Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku”
Yang ada adalah, kita diberi kesempatan untuk menilai mana yang baik dan buruk, dan memilih yang benar. Begitu juga dengan potensi. Antara yang terus memendamnya, atau menggali dan mengembangkannya. Jiwa kepemimpinan sesungguhnya telah berakar pada diri kita, bahkan jauh sebelum kita mengenal sebuah kata “pemimpin”. Lihat saja anak kecil yang bermain. Jarang ada yang mau menjadi pembantu. Semua ingin jadi majikan. Contoh lain, ketika dua orang anak kecil diberi sebuah kue. Masing-masing anak pasti ingin menjadi yang memotong kue itu. Dua contoh ini sudah cukup memberi kita bukti, bahwa setiap dari kita punya potensi memimpin.
Lalu, bagaimana cara meningkatkannya? Sebelum jauh berpikir, lebih baik kita benahi dulu semangat kepemimpinan dalam diri kita. Semangat untuk menjadi lebih baik, dan semangat untuk tidak pernah puas. Dengan membuat diri sendiri lebih baik, dengan sendirinya kita akan layak disebut pemimpin. Sementara itu, rasa tidak pernah puas dengan segala hasil karya kita membuat kita terus maju. Yang harus digarisbawahi adalah, tidak puas itu sama sekali berbeda dengan tidak bersyukur.
Islam butuh pemuda dengan semangat memimpin dan rasa tidak puas tinggi. Bagaimana jadinya seandainya pemimpin cepat puas? Agaknya cerita ini hanya akan berakhir seperti berakhirnya kisah perang uhud. Dimana ketika pasukan kafir terlihat kalah sedikit, pasukan pemanah langsung lengah dan mengambil rampasan perang. Seperti itulah orang-orang yang tidak bisa memimpin dirinya sendiri untuk tidak cepat puas dan lebih bersabar. Yang kita tahu adalah, pasukan Islam mengalami kekalahan karena secara tiba-tiba, pasukan kafir menyerang dari belakang.
Pengalaman yang terjadi di zaman Nabi ini telah cukup memberi gambaran kita akan bagaimana kita seharusnya menjadi pemimpin, bukan hanya bagi orang lain, tapi juga bagi diri sendiri. Selamat Memimpin! :)
Yahudi Palsukan Sejarah Indonesia
Mungkin anda tidak menyangka kalau sejarah Indonesia ternyata menjadi salah satu korban konspirasi Yahudi ? Tapi inilah kenyataannya, banyak fakta-fakta tentang Indonesia yang mereka (kolonial Belanda/VOC) gelapkan demi misi mereka mengkristenisasikan Indonesia. Tidak hanya lika-liku Islam di Indonesia, tetapi juga biodata tokoh pejuang yang mereka rahasiakan.Versi palsu :
1. Islam masuk ke Nusantara baru pada abad ke-13 Masehi yang dibawa para pedagang dari Gujarat, India.
2.Snouck Hurgonje merupakan peneliti Islam Belanda yang masuk Islam dan belajar di Mekkah, serta mengubah namanya dengan Abdul Ghaffar.
3. Kerajaan pertama di Nusantara adalah kerajaan Hindu Tarumanegara yang berdiri pada abad ke-4 Masehi di Jawa Barat.
4. Kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara merupakan kerajaan-kerajaan kecil yang tidak mempunyai pengaruh.
5. Invasi penjajah Portugis, Spanyol dan Belanda tidak ada kaitannya dengan misi Salib. Penyebaran agama Kristen dilakukan dengan damai dan penuh cinta kasih.
6. Kerajaan Aceh Darussalam tidaklah besar dan kekuasaannya tidak mencapai atau tidak sampai seluas melebihi wilayah Asia tenggara.
7. Maluku dan Ambon merupakan wilayah kristen.
8. Fatahillah adalah orang pertama yang mengislamkan Jakarta.
9. Nama asli Pattimura adalah Thomas Matullesy, lahir di Saparua dan beragama Kristen.
10. Si Simangaraja XII merupakan Raja Batak yang beragam Palbegu, agama leluhur orang batak.
FAKTANYA :
1. Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-7 M, dibawa oleh para pedagang Arab, langsung dari Mekkah. Ada bukti yang sangat mendukung, salah satunya banyak temuan arkeolog yang menyebutkan di tahun 674 M telah berdiri satu kampung Islam di pesisir Barat Sumatera Utara yang bernama Barus. Bahkan salah satu raja Sriwijaya Budha yang bernama Sri Indrawarman yang masuk Islam.
2. Snouck Hurgonje tidak pernah masuk Islam. Dia hanya berpura-pura sebagai Muslim. Saat meninggal, ia dikubur dengan prosesi Kristen.
3. Kerajaan Nusantara pertama adalah kerajaan Salakanagara yang berdiri di pesisir Utara Jawa Barat pada abad ke-1 M.
4. Kerajaan Islam di Nusantara merupakan kerajaan-kerajaan besar, bahkan kekuasaanya lebih besar dari imperium kerajaan Hindu. Salah satunya adalah kerajaan Aceh Darussalam yang kekuasaannya hampir mencapai Turki. Kerajaan ini menyatukan diri dengan kerajaan Turki Utsmaniyah, buktinya bisa dilihat pada bendera Aceh tempo dulu yang tidak jauh dari bendera Turki Utsmaniyah.
5. Invasi penjajah Portugis, Spanyol dan Belanda tidak lepas dengan penyebaran misi salib. Dilakukan dengan jalan kekerasan, pembantaian, pemaksaan dll. Hal ini diakui oleh banyak sejarawan barat.
6. Kerjaan Aceh Darussalam sangat mendunia. Willfred Cantwell Smith dalam bukunya Islam in Modern History menyebutkan kalau Aceh merupakan 1 dari 5 kerajaan Islam yang merupakan tonggak Muslim saat itu.
7. Maluku merupakan wilayah Islam, daerah ini sudah di datangi pedagang Arab dua setengah abad lebih dulu dari katolik. Nama Maluku berasal dari bahasa Arab 'Al-Mulk' yang memiliki arti 'Tanah Para Raja.
8. Orang pertama yang mendakwahkan Islam di Jakarta adalah Syekh Quro, yang dibantu oleh ulama lain seperi Datuk Ibrahim.
9. Pattimura merupakan marga Muslim, dengan nama asli Ahmad Lussy, lahir di Bacan. Merupakan bangsawan dari kerajaan Islam Saluhau.
10. Si Simangaraja XII merupakan Islam tulen. Cap kerajaan dan benderanya sangat lengket dengan ornamen-ornamen Islam.
Puasa Senin Kamis
Seperti telah kita maklumi bahwa puasa Senin Kamis merupakan salah satu puasa sunat yang sangat dianjurkan pelaksanannya. Banyak hikmah yang terkandung di dalamnya, dan ini hanya bisa dirasakan oleh mereka yang selalu mendawamkannya.
Agar lebih yakin melaksanakan puasa ini, berikut Saya kemukakan beberapa hadits shohih yang menjadi dasar atau dalil melakukan puasa Senin Kamis.
Agar lebih yakin melaksanakan puasa ini, berikut Saya kemukakan beberapa hadits shohih yang menjadi dasar atau dalil melakukan puasa Senin Kamis.
عن ابي قتادة رضي الله عنه ان رسول الله صلى الله عليه وسلم سئل عن صوم يوم الاثنين ؟ فقال ذلك
يوم ولدت فيه ويوم بعثت او انزل علي فيه
Artinya :
Dari Abu Qotadah r.a, sesungguhnya Rosulululloh SAW ditanya tentang puasa Senin. Maka beliau menjawab : "Hari Senin adalah hari lahirku, hari aku mulai diutus atau hari mulai diturunkannya wahyu".
(HR Muslim)
يوم ولدت فيه ويوم بعثت او انزل علي فيه
Artinya :
Dari Abu Qotadah r.a, sesungguhnya Rosulululloh SAW ditanya tentang puasa Senin. Maka beliau menjawab : "Hari Senin adalah hari lahirku, hari aku mulai diutus atau hari mulai diturunkannya wahyu".
(HR Muslim)
وعن ابي هريرة رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال تعرض الاعمال يوم الاثنين
والخميس فاحب ان يعرض عملي وانا صائم
Artinya :
Dari Abi Hurairoh r.a, dari Rosulululloh SAW bersabda : "Seluruh amal disetor pada hari Senin dan Kamis, maka aku lebih menyukai saat setor amal tersebut dalam keadaan berpuasa"
(HR Turmuudzi)
وعن عائشة رضي الله عنها قالت كان رسول الله صلى الله عليه
وسلم يتحري صوم الاثنين والخميس
Artinya :
Dari 'Aisyah r.a berkata, Rosululloh selalu memilih puasa Senin dan Kamis
(HR Turmudzi)
Puasa hari senin dan kamis adalah termasuk amalan sunnah yang di lakukan Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam-. banyak keutamaan-keutamaan yang terdapat di dalamnya seperti puasa-puasa sunnah yang lainnya. khususnya senin adalah hari dimana Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- di lahirkan dan di turunkan wahyu kepadanya. dan juga bahwa hari senin dan kamis adalah hari dimana amalan seorang hamba di angkat.
- Tata Cara Puasa Senin Kamis
Banyak dari kita menyangka bahwa puasa senin dan kamis harus di lakukan pada dua-duanya. sehingga ketika telah berpuasa senin dan tertinggal pada hari kamisnya, berpikiran bahwa puasanya tidak sah.
Cara puasa senin kamis adalah seperti puasa sunnah pada umumnya. dan yang perlu di ketahui adalah bahwa hari senin adalah amalan tersendiri, dan hari kamis adalah amalan tersendiri. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :
تعرض الأعمال يوم الاثنين والخميس، فأحب أن يعرض عملي وأنا صائم
Artinya : "(pahala) Amalan di angkat pada hari senin dan kamis, maka aku menyukai jika ketika amalanku di angkat aku dalam keadaan berpuasa." (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Dan ketika di tanya tentang puasa senin dan kamis, Beliau juga bersabda khususnya pada hari senin :
ذاك يوم وُلدتُ فيه وأُنزلَ عليَّ فيه
Artinya : "Hari itu aku di lahirkan dan pada hari itu (pula) wahyu di turunkan kepadaku." (HR Muslim)
Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- tidak mensyaratkan bahwa harus di lakukan pada senin dan kamis dan tidak boleh melewatkan salah satu hari tersebut. akan tetapi senin adalah amalan tersendiri dan kamis pun begitu, karena beliau mengatakan bahwa (pahala) amalan di angkat pada hari senin dan kamis.
- Niat Puasa Senin dan Kamis
Adapun niat adalah niat hendak puasa senin atau kamis. dan niat di lakukan sebelum fajar hari senin atau kamis. dan pada puasa sunnah di perbolehkan niat pada tengah-tengah hari. di riwayatkan dari 'Aisyah -radhiallahu 'anha- berkata :
كان رسولُ الله -صلى الله عليه وسلم- إِذا دخل عليَّ قال : هل عندكم طعام؟ فإذا قلنا : لا ، قال : إني صائم
Artinya : "Ketika Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- masuk kepadaku dan bertanya : apakah engkau memiliki makanan? aku berkata : tidak, beliau berkata : berarti aku puasa." (HR Abu Daud)
Adapun tempatnya niat adalah di dalam hati, dan tidak ada lafadz niat puasa senin kamis yang di riwayatkan dari Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam-. dan niat dalam ibadah pada umumnya adalah dalam hati.
- Keutamaan Puasa Senin Kamis
Banyak sekali keutamaan yang terdapat dalam puasa senin dan kamis. berikut adalah beberapa keumataan yang terdapat pada puasa senin kamis, dan puasa sunnah lainnya.
Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :
إن في الجنة بابًا يقال له: الريان، يدخل منه الصائمون يوم القيامة لا يدخل منه أحد غيرهم. يقال: أين الصائمون؟ فيقومون لا يدخل منه أحد غيرهم، فإذا دخلوا أغلق فلم يدخل منه أحد
Artinya : "Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang namanya "Ar-Rayyan," yang akan di masuki oleh orang-orang yang sering berpuasa kelak pada hari kiamat, tidak akan masuk dari pintu itu kecuali orang yang suka berpuasa. di katakan : manakah orang-orang yang suka berpuasa? maka mereka pun berdiri dan tidak masuk lewat pintu itu kecuali mereka, jika mereka telah masuk, maka pintu itu di tutup sehingga tidak seorang pun masuk melaluinya lagi." (HR Bukhori dan Muslim)
عن عائشة ـ رضي الله عنها ـ أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يتحرى صيام الاثنين والخميس
Artinya : "Dari 'Aisyah -radhiallahu 'anha- : bahwa Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- sering melakukan puasa senin dan kamis." (HR Ibnu Majah, At-Tirmidzi dan An-Nasai)
Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan puasa senin kamis secara khusus dan puasa-puasa sunnah lainnya secara umum.
7 Golongan yang Mendapatkan Perlindungan Allah
7 golongan yang akan mendapat perlindungan dari Allah yang pada hari itu tidak ada perlindungan kecuali hanya perlindungan Allah.
Yang pertama, imamun adil, pemimpin yang adil, hakim yang adil. Subhanallah, terdepan, yang pertama mendapat perlindungan Allah. Dan sungguh negeri Indonesia yang tercinta ini sangat merindukan pemimpin yang adil, hakim yang adil.
Yang kedua, pemuda yang aktif, gesit, dalam ibadah kepada Allah SWT.Aktivitasnya mendekatkan dirinya kepada Allah SWT.
Yang ketiga, manusia, hamba Allah, yang hatinya senang berada di dalam masjid. Dia betah di masjid. Shalat berjama'ah, ia senang, subuh-subuh ia menegakkan shalat berjamaah. Allahu Akbar, tentu ini hamba Allah yang benar-benar beriman kepada Allah.
Kemudian yang keempat, orang yang bersedakah yang tangan kanannya memberi tapi tangan kirinya tidak tahu. Subhanallah.. Apa ini? Orang yang ikhlash, tidak riya, tidak ujub.
Kemudian yang kelima, orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu karena Allah, berpisah karena Allah.
Yang keenam, sangat sulit ini, pemuda yang dirayu, digoda, oleh wanita cantik yang memiliki kekayaan, lalu ia berkata: "Aku takut kepada Allah". Keinginan maksiatnya ada, tapi rasa takutnya kepada Allah lebih hebat, sehingga ia tidak mau melakukan kemaksiatan. Kita sangat merindukan pemuda, yang memiliki kualitas keimanan yang luar biasa, sehingga ia mampu menahan dari berbagai macam godaan.
Kemudian yang ketujuh, yaitu pemuda, atau hamba Allah, atau orang yang dalam ingatannya kepada Allah, dalam ibadahnya, dalam doanya, dalam dzikirnya, ia menangis. Allahu Akbar, menangis.. Dua tetesan yang dibanggakan Allah di hari kiamat, pertama tetesan darah fii sabilillah, kedua tetesan air mata karena menangis, takut azab Allah, karena merasa bersalah atas segala dosa yang ia lakukan kepada Allah, karena ia sangat mencintai Allah.
Subhanallah.. Inilah golongan yang kelak mendapat pertolongan Allah di hari kiamat kelak. Subhanakallahumma wabihamdika asyhaduallaailaahailla anta astaghfiruka wa atubuilaik.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

.jpg)

